PLEASE UPDATE YOUR BROWSER Skip to content
akhmadalim.com

akhmadalim.com

Official Website Dr. Akhmad Alim, M.A.

Menu
  • Beranda
  • Buah Karya
  • Kartu Nama
  • SINTA Kemdikbud
  • Google Scholar
Menu

Ghurur: Mendiagnosa Belitan Setan | Dr.H.Akhmad Alim,M.A

Posted on 22 November 202322 November 2023 by alim

 

 

Abstrak 

Ghurur ini telah banyak di “mention” dan telah banyak diingatkan oleh  Allah SWT dalam Al-Qur’an sebanyak 27 kali di berbagai ayat dan surat, dan  ini seharusnya menjadi peringatan bagi kita sebagai hamba-hamba nya yang  beriman bahwa perkara ini adalah penting dan “urgent” sehingga Allah  banyak menyebutkannya dalam Al-Qur’an, Maka sebagaimana kita lihat  bahwa kita harus menjauhi dan memperhatikan lima hal tersebut yaitu,  pemahaman yang keliru dan menyimpang dalam urusan agama, tertipu  budaya-budaya pragmatis, tertipu teman yang buruk , angan-angan kosong  dan yang terkahir adalah menunda-nunda suatu amal. 

Keywords: Ghurur,Pemahaman Keliru,Teman Buruk,Pragmatis,Menunda Amal. 

A.Pendahuluan 

 Ghurur itu artinya terperdaya atau tertipu, di mana banyak orang tertipu oleh kepentingan kepentingan dunia, kepentingan hawa nafsu atau  kepentingan angan-angan kosong atau kepentingan yang disebabkan dari  belitan-belitan setan. Oleh karena itu Allah SWT kembali menyeru kepadaa  seluruh manusia (ya ayyuhal insanu) wahai manusia ingatlah (maa gharraka  birabbikal karim) apa yang membuat kamu tertipu sehingga lupa terhadap  tuhan-mu, lupa terhadap akhirat, lupa terhadap allah yang maha karim. 

Allah mengingatkan jangan sampai tertipu karena peringatan ini nanti  diulang lagi oleh Allah SWT ketika manusia yang tertipu. Terpedaya oleh  dunia dimasukkan ke dalam neraka. (Dzalikum bianna takhodztum  aayatillaahi huzuwa wagharrat kumul hayatat dunya, al yauma yakhruzuuna  minha walaa yasta’tabuun). 

Yang demikian itu karena kalian tertipu sehingga kalian itu  mempermainkan atau meremehkan ayat-ayat Allah SWT, dan kalian tertipu  dengan kepentingan-kepentingan yang sifat nya duniawi, dan sekarang sudah  terlambat, tertipu ini membawa kalian ke nereka. Hari ini orang-orang yang  tertipu itu tidak bisa keluar dari neraka dan tidak ada lagi pintu taubat, dan ini  adalah yang namanya Ghurur, tertipu dalam kehidupan disebabkan lalai  berpaling Dari Allah SWT. 

B.Teori Ghurur 

Kalimat Ghurur dimana menggambarkan fenomena tertipunya manusia 

Dalam kehidupan dunia, dan disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak kurang  lebih 27 kali diingatkan oleh Allah SWT. Diingatkan dalam bentuk fi’il  madhi, fi’il mudhori, Masdar ataupum berupa isim, (Wala yaghurannakum  billahil ghorur) Kesenagan membuat kalian tertipu sehingga lalai dari Allah  SWT, dunia identik dengan kesanagan yang menipu. 

Contoh sederhana kita juga sering tertipu tapi ketagihan, tertipu oleh  lisan kita dengan selera rasa, warna warni kenikmatan makanan dunia, enak  di lidah, manis dan lidahnya mengatakan enak tetapi sampai perut asam urat,  kolesterol, darah tinggi, itu contoh sederhana manusia mudah tertipu. Jadi  budaya budaya konsumtif duniawi itu siafatnya sesaat dan relatif (ghurur),  hanya sederhana teori nya itu (wamal hayatat dunya illa mataul ghurur) tidak  lah kehidupan dunia itu kecuali kesenangan yang menipu. 

Kesenangan yang menipu sehingga banyak orang yang tertipu dengan  kepentingan kepentingan dunia Sehingga karena dunia itu adalah (mataul  ghurur), Allah berpesan kepada kalian (Falaa taghurranakumul hayatat  dunya) jangan kehidupan dunia membuat kalian tertipu, karena memang  hakikat dunia itu adalah kehidupan yang menipu. 

Sehingga jangan kita semua tertipu dengan kesenangan kesenangan  yang sifatnya duniawi, itu diulang ulang oleh Allah, jadi dalam berbagai  bentuk variasi kalimat. Hal-hal apa yang menyebabkan manusia terkena  penyakit ghurur atau terkena virus yang bernama ghurur yaitu virus yang  sangat berbahaya di hati manusia sehingga manusia itu tertipu dan terpedaya  oleh dirinya sendiri, 

  1. Ghurur Perspektif Tafsir : Al-An’am; 70

“Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai  permainan dan kelengahan, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia.  Peringatkanlah (mereka) dengannya (Al-Qur’an) agar seseorang tidak  terjerumus (ke dalam neraka), karena perbuatannya sendiri. Tidak ada  baginya pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah. Jika dia  hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan  diterima. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka),  karena perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang  mendidih dan azab yang pedih karena mereka selalu kufur.” (QS.Al An’am: 70).

Disebabkan oleh (Fahmu Al-Khoti Liddiin) Pemahaman yang keliru  atau yang menyimpang dalam urusan agama, mungkin karena kebodohan  tidak mau belajar agama atau belajar agama di olok-olok. Agama dianggap  sebagai penghalang dari kemajuan. Agama dianggap sebagai simbol  kemunduran. Padahal agama justru itu sebagai energi positif yang mendorong  seseorang untuk maju, untuk beriman, untuk optimis, untuk sabar dalam  kehidupan, untuk gigih dalam kehidupan.  

Justru kalau agamanya benar, kehidupannya akan menjadi benar.  Jangan malah tertipu. Banyak orang tertipu itu karena dia salah paham dalam  beragama. Metode beragamanya itu keliru. jadi agama dianggap main-main  

saja.  

Makanya Allah mengingatkan واًهِْعبًا َّولَُهْم لَْوا ِدْينََخذُِذْي َن اتََّّال 

Jadi Allah mencela orang-orang yang mereka menjadikan agamanya (lahwan) sesuatu yang melalaikan (walaiban) sesuatu yang dianggap main-main jadi dia  punya agama tapi bermain-main dengan agamanya, beragama hanya sekedar  identitas yang tertulis di KTP atau di KK. Dia tak pernah belajar dia tidak  pernah sholat. Katanya Muslim. 

Tidak bisa membaca Qur’an, tidak sholat, dan akhlaknya rusak. Itu  namanya mempermainkan agama, atau dia mengaku Islam tapi tidak pede  kalau membawa identitas ke Islamannya. Jadi agama dianggap sampingan aja,  agama dipisahkan dari urusan dunia, dari urusan politik, dari urusan  pendidikan. Dianggap agama hanya urusan masjid saja, pasar jangan bawa 

bawa agama, Itu namanya menjadikan permainan agama dalam kehidupan.  Bukan dijadikan sebagai tali fondasi di dalam dalam kehidupan individunya,  keluarganya, masyarakat ataupun bangsa negaranya. 

Allah menjelaskan orang-orang yang bermain-main dalam cara   َحٰيوةُ الدُّْنيَا ” beragamanyaُْهُم الْرتَّ غَ وَّ “ dan itu kenapa itu bisa terjadi karena  orang orang bermain-main dengan agamanya itu, otomatis karena dia tertipu  dengan warna-warni kepentingan dunia ini. 

Ini penyebab utama jadi penyebab orang ghurur, kena penyakit ghurur  itu karena dia tidak serius dalam urusan agamanya agama dianggap  sampingan, agama dianggap main-main saja agama dianggap sebagai  penghalang dari kemajuan atau agama itu dianggap sebagai tandu masyarakat,  dan orang yang semacam ini pasti dia tertipu dan alergi terhadap agama atau  phobia. 

Makanya sekarang jangan heran kalau banyak gerakan-gerakan  islamophobia, phobia, anti terhadap apa? Islam baik di Eropa, di Barat, atau  di tengah-tengah kita muncul banyak orang-orang yang anti terhadap Islam.  Itu disebabkan karena beragamanya adalah dengan cara main-main dan lalai 

tidak serius mengurusi agama, itu penyebab yang pertama. Yang kedua dari 27 ayat tadi bisa kita rinci sebab yang kedua adalah  tertipu dengan budaya-budaya pragmatis. budaya-budaya pragmatis  kesenangan-kesenangan yang sifatnya sesaat karena kenikmatan dunia ini kan  menjanjikan. karena dunia itu di depan kita dan kita berada di dalamnya, kalau 

kita salah paham terhadap konsep dunia, maka bisa jadi tertipu di dalamnya. Jadi oleh karena itu ditegaskan bahwa tidaklah kenikmatan dunia itu  kecuali kesenangan yang menipu, jadi walaupun enak kita nikmati apa yang  kita minum, apa yang kita pakai. Apa Yang kita tinggali, disitu enaknya  adalah nanti ketika hisab Yang Akan kita pikul, dipertanggungjawabkan  dihadapan Allah kalau itu disalahgunakan itu menjadi laknat itu dunia  memang seperti itu ya kenikmatannya tetap tidak abadi, ini sifatnya  sementara tadi sementara saja dan itu ada batasannya. Oleh karena itu ” لََ فَ ُرورِا ََّّللِ الْغَُكم بَّرنَّال ُّدْنيَا َوََل يَغَُحيَاةُُكُم الَّْرنَّ ُُ ُغَت “jangan kalian tertipu dengan  kenikmatan-kenikmatan Dunia. Bahwa Sering mengulang-ulang bahwa nikmat dunia ini kan panjangnya  cuma 5 cm atau 7 cm kita pegang lisan kita panjangi, itulah nikmat dunia  punya duit, kita makan enak di restoran yang mewah, megah itu dia bisa  mencicipi manis, asin, seger, sedap itu cuma Di lidahnya, nanti sampai  tenggorokan udah tidak terasa, sampe perut apa lagi. seperti itu aja nikmat  dunia itu secuil, tapi pertanggung jawabannya itu sangat panjang di sisi Allah  subhanahu wa ta’ala. 

Makanya orang tertipu itu akhirnya jadi bahkil dia punya dunia, tapi  medit, koret atau pelit makanya ditegur oleh Allah subhanahu wa ta’ala لَو   mengira jangan” ,يحسبن الذين يبخلون بما آتاهم هللا من فضله هو خيرا لهم بل هو شر لهم“ orang-orang yang bakhil tertipu dengan kekayaan, dengan hartanya yang  banyak ditumbuk-tumbuk sehingga kemudian dia bahkil tidak mau berbagi,  mereka mengira itu baik sebagai deposito yang membahagiakan di dunia  yang bisa mencukupi kehidupannya.  

Jangan mengira itu baik, orang-orang bahkil macam itu kata Allah. Itu  jelek sekali kata Allah. Sayutawwakhuu nama bakhilu bihi yawmal qiyamah nanti hartanya itu akan dijadikan setrika, Justru itu akan menjadi setrika setrika api, setrika panas yang akan menyetrika orangnya yang tertipu karena  bakhilnya dalam urusan dunia, setrika jidatnya, punggungnya, kesenangan kesenangan yang sifatnya Duniawi. 

Kalau orang tertipu akhirnya jadi kesombongan, sekarang banyak hal hal yang sepele yang kita lihat di media sosial dan setiap hari itu lihat berita berita viral ujung-ujungnya hanya kesombongan, budaya-budaya flexing,  pamer.  

Bagaimana kemarin viral ada anak muda usia 24 tahun bawa fortuner  ditegur gak terima, padahal dia salah. Oleh mobil honda brio, Mobilnya itu  ditabrakin dan Itu bentuk bagaimana kesombongan yang sangat biasa  sombongnya. Merasa karena anaknya orang kaya, merasa karena bapaknya  alih hukum, Itu kesombongan yang sangat menyedihkan dan itu adalah  ghurur. Itu bentuk dari ghurur berasa mobilnya lebih bagus, lebih kokoh,  lebih gagah daripada orang lain. Sehingga dia tidak mau menerima ditegur  atau dinasihat dan itu adalah ghurur namanya, ghurur Itu penyebab yang  kedua.

Penyebab yang ketiga, orang tertipu itu karena Teman atau kawan  atau sahabat yang yang buruk, komunitas baik online atau digital atau  komunitas-komunitas secara sosial biasa, pergaulan-pergaulan dengan  orang-orang yang buruk akhlaknya atau pemikirannya atau gaya hidupnya  itu sangat berpengaruh juga, karena komunitas itu mempengaruhi gaya  hidup seseorang. 

Menjadikan seseorang itu tertipu maka sangat indah sekali,  permisalan yang disampaikan oleh baginda Rasulullah SAW bahwa  komunitas itu, manusia yang tenang, berkomunitas karena dia makhluk  sosial. Jadi, roh manusia itu suka berkomunitas seperti bala tentara yang  berkompi. Atau mereka akan mencari sesuai dengan hobi masing-masing  kesenangan yang cocok. Menjadi satu komunitas. 

Kalau komunitas itu baik, Pertemanan, perkawanan yang baik. Maka  akan mendatangkan parfum dalam kehidupan nya. Seperti pedagang parfum  kalau kita bergaul dengan orang baik kalau kita tidak mandi kan kecipratan  parfumnya jadi wangi tapi kalau komunitas pergaulannya adalah orang 

orang yang buruk dari akidah maupun akhlaknya itu diumpamakan Seperti  orang yang kerjaannya itu pandai besi, kalau kita deket-deket tukang pandai  besi itu , kalau tidak kecipratan keringetnya yang bau minimal kena cipratan  api nya artinya berdampak. 

Oleh karena itu nanti di akhirat teman dengan teman yang lain itu  saling bermusuhan ya kecuali orang-orang yang bertakwa makanya  disebutkan dalam Al-Quran Al-Baqarah 166-167 terjadi pertengkaran, jadi  jangan diharap tawuran itu di dunia saja, di akhirnya juga ada pertengkaran  antara komunitas yang dulu digeluti di dunia karena merasa dikhianati,  disesatkan, jadi orang-orang yang merasa disesatkan oleh temannya gara 

gara pergaulan tadi dan mereka ternyata dihadapan azab sudah putus harapan  mereka, maka orang-orang yang merasa menjadi pengikut, mereka  kemudian sumpah-sumpah kalau seandainya saya bisa kembali hidup di  dunia, saya akan lepas diri dari teman-teman jahat ini, dari komunitas ini  saya akan jauhi mereka . 

Sebagai mana dia juga berlepas tangan, cuci tangan dari  menyelamatkan kita semua, Jadi antara teman dan teman enggak bisa saling  memberi manfaat, tidak bisa memberi syafaat Karena pertemanannya di  bingkai bukan di atas ketakwaan. 

Makanya hati-hati, Sekarang pertemanan millennial, pertemanan  zaman 4.0 atau 5.0 ini sekedar pertemanan bermajlis dalam satu tempat,  sekarang bermajlisnya itu lewat online, lewat digital, lewat media sosial,  berkomunitas. Ada orang publik figur yang ahli maksiat, tapi pengikutnya  ada 5 juta. Dan kalau Anda ikut di dalamnya, masuk, nanti dibangkitkan  bersama mereka, ahli maksiat.  

Hati hati sekarang hanya sekedar like, share, subscribe, jempol, itu  bukan sekedar jempol saja tapi itu nanti masuk ke akhirat, dan Kita harus  bayangin Itu misalkan dia ahli maksiat kemuadian kita kasih jempol berarti 

kita andil dalam dosanya dia, kalau dia dosa dan ditonton selama 5 juta kali,  dan itu berapa kali juta dosa yang kita dapatkan padalah hanya sekadar  jempol saja, dan itu yang kita tidak sadari sekarang. 

Pertemanan-pertemanan digital ini sangat perlu diwaspadahi. Jangan  sekedar ikut-ikutan jempol yang jempol kita ini nanti apakah membawa ke  surga atau ke neraka. Itu tadi kasusnya dalam Al-Baqarah 166 itu terjadi  sengketa lagi. Adu mulut Antara teman dengan teman yang lain gara-gara  merasa disesatkan. Merasa ditipu dan ini kebanyakan sekarang Anak-anak  yang masih ABG sekarang ya anak-anak SMP, SMA ini pikirannya sekarang  itu, pikiran-pikiran pragmatis semuanya dan anak-anak sekarang itu harus di  jaga dan dilihat handphonenya di cek komunitasnya dengan siapa dia  bergaul. Karena teman itu tergantung temannya dalam urusan apa saja,  agama, selera, gaya hidup, Makanya kasus-kasus LGBT yang sekarang  meraja lela masuk ke sekolah-sekolah, masuk ke semua kehidupan Karena  pertemanan. salah satunya adalah salah pergaulan. 

Kemudian yang berikutnya yang keempat. Yang menyebabkan orang  terkena penyakit ghurur tertipu Itu adalah angan-angan kosong. panjang  angan-angannya. Jadi banyak melamun. Ya’iduhum wayu man nihim. Wa  ma ya’iduhum syaitanu illa ghurura” Jadi manusia itu kalau dia tidak diam  maka dia akan bergerak. diamnya dia kalau dia tidak zikir pasti berangan 

angan, baik itu anak kecil, atau orang dewasa, atau orang tua. Selama 24 jam  itu, dia hanya disibukkan, kalau dia tidak disibukan dengan ketaatan, pasti  disibukan dengan kemaksiatan. Itu salah satu nya dan yang sering membuat  manusia tertipu itu adalah angan-angan kosongnya. Jadi bayangan-bayangan  kosong dan angan-angan kosong itu produk dari apa yang dia lihat, atau apa  yang dia baca. atau apa yang dia kenal.  

Terkadang Panjang angan-angannya, padahal usianya sudah tidak  muda lagi. Atau padahal dia anak muda, tetapi tidak produktif. Karena  angan-angannya kosong. Jadi dibayang-bayangi dengan panjang angan angan. Sehingga tidak produktif. Yang terjadi adalah muncul sifat malas,  Ingin punya duit, enggak mau bekerja, bayang-bayangan aja kepingin ini,  kepingin itu, banyak kepinginnya. Tapi malas. Tidak mau berusaha, tidak  mau ikhtiar, tidak mau tawakal, karena dibayang-bayangin oleh angan angan kosong. 

Berikutnya, panjang angan-angan tadi itu Dampak dari was-was atau  belitan syaitan. Itu dampak dari was-was belitan Syaitan atau Bisikan syaitan. Jadi dalam hati kita itu ada bisikan-bisikan itu, kalau bisikan itu  mengajak kepada hal hal yang Buruk, maksiat atau hal-hal kosong yang  kontraproduktif.  

Hal-hal yang kosong itu namanya was-was jadi diamnya seseorang  kemudian dia berangan-angan dan angan-angan kosong atau angan-angan  buruk itu namanya was-was. Jadi karena di dalam dada itu selalu ditiupin  oleh setan. Dan Itu namanya adalah was-was. Karena Setan itu bisa masuk  di dalam tubuh manusia melalui aliran darahnya. Karena setan itu bisa masuk 

melalui aliran darah, tentunya bisa masuk ke seluruh tubuh kita. Anggota  tubuh yang tidak dialiri darah. Kita bisa menguasai itu. Sampai-sampai pernah datang salah seorang sahabat Utsman bin Abil As. 

Sahabat Utsman bin Abil As ini Datang Kepada Rasulullah SAW  melaporkan tentang masalah was-was, jadi was-wasnya itu datang dan  terkadang datang seketika dan menghalangi seseorang, tidak hanya di saat  orang itu diam berangan-angan kosong tadi bahkan setan itu datang juga  ketika orang sedang beribadah banyak caranya, banyak gururnya. Sahabat  Utsman bin Abil As ini dia merasakan, jadi kalau sholat itu kok ada was-was  keraguan, keraguan dalam arti sholatnya kadang lupa ini 4 rakaat, 3 rakaat,  atau was-was ini tadi kentut atau tidak kentut. Maka, nabi SAW mengatakan,  ( الشيطان ذاك (maka nabi SAW mengatakan itu was-was syaitan “yukooluulahu  khinzab” atau “khonzab” itu namanya syaitan yang bernama “Khonzab” atau  “Khinzab” Syaitan Khinzab atau Khonzab itu, itu shaytan spesialis. Jadi  bukan dokter saja yang spesialis, Setan pun ada yang spesialis. Spesialis apa  shaytan Khonzab ini? Spesialis menggoda orang yang sedang sholat.  

Jadi iblis ini punya pabrik spesialis, Iblis ini anak buahnya itu memang  tugasnya untuk menggoda secara spesifik/Tertentu, Salah satu dicontohkan  dalam hadis itu. Bahkan salah satu pekerjaannya setan khinzab atau khonzab  itu adalah dia itu Niup dubur seseorang supaya terkesan tadi kentut atau  enggak kentut. Coba bayangkan, makanya nabi mengingatkan selama tidak  terdengar suara atau selama tidak tercium bau, lanjutkan. Artinya enggak  batal dan Itu hanya sekedar was-was. Itu was-was setan sampai seperti itu. 

Terkadang, bukan main dari ranah fisik saja setan itu tapi juga masuk  ke alam fikiran seseorang. Itu namanya syubhat. Terkena syubhat pemikiran  ini sangat repot, merapihkannya butuh waktu panjang kalau orang udah  terkena syubhat pemikiran, karena mainnya bukan masalah fisik lagi dia  sudah main dalam masalah Pemikiran sebagaimana contohnya ialah 

menghalalkan yang haram, mengharamkan yang halal, halal jelas, haram  juga jelas. pekerjaan syaitan itu membuat oplosan tadi. Jadi halal, haram itu  dicampur adukan. Sehingga menjadi produknya adalah syubhat. ” للَالح وان 

بين “yang halal jelas. “بين الحرام وان “yang haram juga Jelas. “مشتبهات وبينهما“ diantara halal haram ini dioplos dibuat remeng-remeng itulah yang disebut  dengan syubhat. 

Syaitan itu masuk ke pintu syubhat, jarang orang yang selamat dari  pintu syubhat ini kecuali kalau memang orang-orang yang memang zuhud  atau orang-orang yang waro, hati-hati Ini hadiah atau suap. Itu kan beda beda tipis. Sama pake duitnya dolar, sama Pake rupiah. Pake hadiah. Benda benda mewah. Dan barangnya sama Yang membedakan adalah Kadang tidak  bisa membedakan, karena dia tertipu dengan tawaran-tawaran materi. Ini  udah tidak bisa mikir lagi. muncul lah pikiran-pikiran pragmatis tadi.  Kepengen cepet kaya, kepengen cepet dapat, tanpa pikir panjang halal atau  haram tidak penting. ini sudah syubhat, sudah masuk. Jadi disitulah  permainan setan dimainkan. Jadi strategi, skenario setan. itu bikin skenario 

untuk menjatuhkan manusia itu berlapis-lapis,  

 “وَل تت بعو خطوات الشيطان” ,Makanya .langkah ribu-beribu itu Setan Jangan kamu mengikuti langkah-langkah syaithan, jadi kalau gagal pakai  cara ini, cara berikutnya. Makanya, disebutkan cara syaitan menggoda itu  dari arah depan, belakang, kanan, kiri. Jadi, gagal dari arah depan, dari arah  belakang, dari kanan gagal, dari kiri, dan seterusnya begitu. Sehingga nanti  di akhirat syaithan tidak mau tanggung jawab. Makanya nanti ada pidato  pamungkas, pidato terakhir setan.  

Makanya dalam pidato itu iblis nanti akan naik mimbar dan berpidato.  dan pidatonya setan ini ketika sudah diputuskan semua anggotanya setan dan  para pengikut-pengikutnya sebagai ahli neraka “األمر قضي لما الشيطان وقال “dan  syaithan berkata setelah diputuskan semua urusan, artinya sudah tuntas,  sudah jelas di vonis masuk neraka, maka syaitan sudah tidak bisa berkelit  lagi dan sudah tidak bisa banding. 

Kalau di dunia di vonis, bisa banding akan tetapi di akhirat sudah tidak  bisa, sehingga setan sudah menyerah. Maka apa yang dikatakan oleh syaitan   itu Allah ,Sesungguhnya” ان هللا وعدكم وعد الحق” ,pidatonya dalam menjanjikan kepada kalian janji yang benar. “Wa’ad tukum fa’akhlaf tukum”  Dan aku juga berjanji, cuma aku mengikari janji, maka syaithan berkata mau  apa kalian, kita sama-sama masuk neraka. Jadi tertipu semua pengikutnya, dalam pesan setan yang terakhir tadi janji Allah benar dan janji ku adalah  tipuan, salah siapa kalian mau mengikuti aku, oleh karena itu kita harus hati  hati. 

Untuk yang terakhir yang menyebabkan orang tertipu itu adalah  تصويف. Menunda-nunda, menunda amal, nanti, besok, pekan depan. Padahal  dia sehat, ada kesempatan, ada kemampuan untuk melaksanakan sekarang,  kenapa ditunda? karena kalian ini tertipu oleh panjang angan-angan sehingga  menunda-nunda. 

تصويف itu artinya besok, nanti, ntar dan tiba-tiba mati, dicabut oleh  malaikat zabania mencabut nyawa, terlambat hingga Semuanya terlambat  karena terkena tipu daya, Itulah beberapa hal yang menyebabkan seseorang  terkena penyakit ghurur. Dan oleh karena itu kita harus senantiasa  mengevaluasi diri kita dengan ilmu dan amal dan muhasabah. Kita menjaga  ketakwaan kita saat sendiri maupun saat ramai dan sampai terbawa mati. ” لَو .“تموتن اَل وانتم مسلمون 

  1. Kajian Implementatif Tentang Ghurur 

Ghurur Berbasis 27 Ayat Di Dalam Al-Qur’an 

Prinsip-prinsip Ghurur, yang perlu diperhatikan dan dijauhi untuk seluruh kaum muslimin mencakup lima hal, yaitu: 

  1. Pemahaman Yang Keliru Atau Menyimpang Dalam Urusan Agama
  • Jadikan agama justru itu sebagai energi positif yang mendorong  seseorang untuk maju, untuk beriman, untuk optimis, untuk sabar  dalam kehidupan, untuk gigih dalam kehidupan. Justru kalau  agamanya benar, kehidupannya akan menjadi benar. Jangan malah  tertipu. Banyak orang tertipu itu karena dia salah paham dalam  beragama. Metode beragamanya itu keliru. jadi agama dianggap main 

main saja.  

  • Ini penyebab utama jadi penyebab orang ghurur, kena penyakit ghurur itu karena dia tidak serius dalam urusan agamanya agama dianggap  sampingan, agama dianggap main-main saja agama dianggap sebagai  penghalang dari kemajuan. 
  1. Tertipu Dengan Budaya-Budaya Pragmatis 
  • Jangan kita tertipu dengan kenikmatan-kenikmatan dunia. Bahwa Sering mengulang-ulang bahwa nikmat dunia ini adalah panjangnya  cuma 5 cm atau 7 cm kita pegang lisan kita panjangi, nikmat dunia  punya duit, kita makan enak di restoran yang mewah, megah itu dia  bisa mencicipi manis, asin, seger, sedap itu cuma Di lidahnya, nanti  sampai tenggorokan udah tidak terasa, sampe perut apa lagi. seperti itu  aja nikmat dunia itu secuil, tapi pertanggung jawabannya itu sangat  panjang di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. 
  • Jangan Jadi orang tertipu karean nanti akhirnya jadi bahkil dia punya dunia, tapi medit, koret atau pelit makanya ditegur oleh Allah   وَل يحسبن الذين يبخلون بما آتاهم هللا من فضله هو خيرا لهم ala’ta wa subhanahu 

”لهم شر هو بل, “jangan mengira orang-orang yang bakhil tertipu dengan  kekayaan, dengan hartanya yang banyak ditumbuk-tumbuk sehingga  kemudian dia bahkil tidak mau berbagi, mereka mengira itu baik  sebagai deposito yang membahagiakan di dunia yang bisa mencukupi  kehidupannya. Jangan mengira itu baik, orang-orang bahkil macam itu  kata Allah. Itu jelek sekali kata Allah. 

  1. Tertipu Karena Teman Atau Sahabat Yang Buruk 
  • Hati-hati dan perhatikan komunitas baik online atau digital atau komunitas-komunitas secara sosial biasa, karena pergaulan-pergaulan  dengan orang-orang yang buruk akhlaknya atau pemikirannya atau  gaya hidupnya itu sangat berpengaruh juga, karena komunitas itu  mempengaruhi gaya hidup seseorang. 
  • Kalau kita bergabung, besosialisasi dengan komunitas yang  mendukung baik, Pertemanan, perkawanan yang baik. Maka akan  mendatangkan parfum dalam kehidupan nya. Seperti pedagang parfum  kalau kita bergaul dengan orang baik kalau kita tidak mandi kan  kecipratan parfumnya jadi wangi tapi kalau komunitas pergaulannya  adalah orang-orang yang buruk dari akidah maupun akhlaknya itu  diumpamakan Seperti orang yang kerjaannya itu pandai besi, kalau 

kita deket-deket tukang pandai besi itu , kalau tidak kecipratan  keringetnya yang bau minimal kena cipratan api nya artinya  berdampak. 

  • Makanya hati-hati, Sekarang pertemanan millennial,  pertemanan zaman 4.0 atau 5.0 ini sekedar pertemanan bermajlis  dalam satu tempat, sekarang bermajlisnya itu lewat online, lewat  digital, lewat media sosial, berkomunitas. Ada orang publik figur  yang ahli maksiat, tapi pengikutnya ada 5 juta. Dan kalau Anda  ikut di dalamnya, masuk, nanti dibangkitkan bersama mereka,  ahli maksiat.  
  • Pertemanan-pertemanan digital ini sangat perlu diwaspadahi.  Jangan sekedar ikut-ikutan jempol yang jempol kita ini nanti  apakah membawa ke surga atau ke neraka. Itu tadi kasusnya  dalam Al-Baqarah 166 itu terjadi sengketa lagi. Adu mulut  Antara teman dengan teman yang lain gara-gara merasa  disesatkan. Merasa ditipu dan ini kebanyakan sekarang Anak 

anak yang masih ABG sekarang ya anak-anak SMP, SMA ini  pikirannya sekarang itu, pikiran-pikiran pragmatis semuanya  dan anak-anak sekarang itu harus di jaga dan dilihat  handphonenya di cek komunitasnya dengan siapa dia bergaul.  Karena teman itu tergantung temannya dalam urusan apa saja,  agama, selera, gaya hidup, Makanya kasus-kasus LGBT yang  sekarang meraja lela masuk ke sekolah-sekolah, masuk ke semua  kehidupan Karena pertemanan. salah satunya adalah salah  pergaulan. 

  1. Angan-Angan Kosong Dan Panjang Angan-Angannya • Jadi manusia itu kalau dia tidak diam maka dia akan bergerak.  diamnya dia kalau dia tidak zikir pasti berangan-angan, baik itu  anak kecil, atau orang dewasa, atau orang tua. Selama 24 jam itu,  dia hanya disibukkan, kalau dia tidak disibukan dengan ketaatan,  pasti disibukan dengan kemaksiatan. maka salah satu nya dan  yang sering membuat manusia tertipu itu adalah angan-angan  kosongnya. Jadi bayangan-bayangan kosong dan angan-angan  kosong itu produk dari apa yang dia lihat, atau apa yang dia baca.  atau apa yang dia kenal, maka sudah sepatutnya dan seharusnya  kita menjadi kan waktu kosong kita untuk lebih berproduktif,  bermanfaat, serta bernilai ibadah di sisi Allah SWT. 
  2. تصويف) Menunda-Nunda) 
  • Ini sangant relevan dengan kondisi umat akhir zaman, dimana  kita akan temukan baik itu, dewasa, remaja, anak-anak bermalas malasan dan menunda suatu pekerjaan maupun amal ataupun  dalam bahasa kontemporer anak anak muda di zaman ini dengan  menyebut kata “mager” ntar, nanti akan tetapi kita semua lupa 

bahwa kita tidak mengetahui kapan ajal menjemput, tiba-tiba  mati, dicabut oleh malaikat zabania mencabut nyawa, terlambat  hingga Semuanya terlambat karena terkena tipu daya.  

  1. Kesimpulan 

Ghurur ini telah banyak di “mention” dan telah banyak diingatkan oleh  Allah SWT dalam Al-Qur’an sebanyak 27 kali di berbagai ayat dan surat, dan  ini seharusnya menjadi peringatan bagi kita sebagai hamba-hamba nya yang  beriman bahwa perkara ini adalah penting dan “urgent” sehingga Allah  banyak menyebutkannya dalam Al-Qur’an. Maka sebagaimana kita lihat  bahwa kita harus menjauhi dan memperhatikan lima hal tersebut yaitu,  pemahaman yang keliru dan menyimpang dalam urusan agama, tertipu  budaya-budaya pragmatis, tertipu teman yang buruk , angan-angan kosong  dan yang terkahir adalah menunda-nunda suatu amal. 

Daftar Pustaka 

https://www.youtube.com/live/U0y_Dnv-8js?feature=shared

Terkait

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Pendidikan Berbasis Maḥabbah al-Rasūl: Telaah Pedagogis Kitab Al-Syifā’ Karya Qāḍī ‘Iyāḍ | Dr.H.Akhmad Alim,MA
  • KETIKA GAGAL MENJADI JALAN MENUJU KEBERHASILAN Seni Bangkit, Bersabar, dan Berbaik Sangka kepada Allah | Dr. Akhmad Alim, M.A.
  • ADAB BICARA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN: KAJIAN TAFSIR TEMATIK TERHADAP KONSEP QAULAN | Dr. KH. Akhmad Alim, MA
  • INTERNALISASI ADAB DALAM PANGGILAN KEPADA NABI MUHAMMAD ﷺ: KAJIAN TAFSIR TEMATIK ATAS YĀ AYYUHAN-NABĪ DAN YĀ AYYUHAR-RASŪL | Dr. KH. Akhmad Alim, MA
  • PERSAMAAN KISAH NABI YUSUF DAN NABI MUSA DALAM AL-QUR’AN : Telaah Tematik tentang Ujian, Kesabaran, Pendidikan, dan Kepemimpinan | Akhmad Alim

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Arsip

  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Agustus 2024
  • Maret 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Januari 2023
  • Januari 2022

Kategori

  • Artikel-lepas
  • Kutbah
  • Makalah Ilmu
  • PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
  • Rubik Konsultasi
  • Tafsir
  • Tazkiyatun Nufus
  • ulumul quran
  • Video Kajian
© 2026 akhmadalim.com | Powered by Superbs Personal Blog theme