Abstrak
Ghurur ini telah banyak di “mention” dan telah banyak diingatkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an sebanyak 27 kali di berbagai ayat dan surat, dan ini seharusnya menjadi peringatan bagi kita sebagai hamba-hamba nya yang beriman bahwa perkara ini adalah penting dan “urgent” sehingga Allah banyak menyebutkannya dalam Al-Qur’an, Maka sebagaimana kita lihat bahwa kita harus menjauhi dan memperhatikan lima hal tersebut yaitu, pemahaman yang keliru dan menyimpang dalam urusan agama, tertipu budaya-budaya pragmatis, tertipu teman yang buruk , angan-angan kosong dan yang terkahir adalah menunda-nunda suatu amal.
Keywords: Ghurur,Pemahaman Keliru,Teman Buruk,Pragmatis,Menunda Amal.
A.Pendahuluan
Ghurur itu artinya terperdaya atau tertipu, di mana banyak orang tertipu oleh kepentingan kepentingan dunia, kepentingan hawa nafsu atau kepentingan angan-angan kosong atau kepentingan yang disebabkan dari belitan-belitan setan. Oleh karena itu Allah SWT kembali menyeru kepadaa seluruh manusia (ya ayyuhal insanu) wahai manusia ingatlah (maa gharraka birabbikal karim) apa yang membuat kamu tertipu sehingga lupa terhadap tuhan-mu, lupa terhadap akhirat, lupa terhadap allah yang maha karim.
Allah mengingatkan jangan sampai tertipu karena peringatan ini nanti diulang lagi oleh Allah SWT ketika manusia yang tertipu. Terpedaya oleh dunia dimasukkan ke dalam neraka. (Dzalikum bianna takhodztum aayatillaahi huzuwa wagharrat kumul hayatat dunya, al yauma yakhruzuuna minha walaa yasta’tabuun).
Yang demikian itu karena kalian tertipu sehingga kalian itu mempermainkan atau meremehkan ayat-ayat Allah SWT, dan kalian tertipu dengan kepentingan-kepentingan yang sifat nya duniawi, dan sekarang sudah terlambat, tertipu ini membawa kalian ke nereka. Hari ini orang-orang yang tertipu itu tidak bisa keluar dari neraka dan tidak ada lagi pintu taubat, dan ini adalah yang namanya Ghurur, tertipu dalam kehidupan disebabkan lalai berpaling Dari Allah SWT.
B.Teori Ghurur
Kalimat Ghurur dimana menggambarkan fenomena tertipunya manusia
Dalam kehidupan dunia, dan disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak kurang lebih 27 kali diingatkan oleh Allah SWT. Diingatkan dalam bentuk fi’il madhi, fi’il mudhori, Masdar ataupum berupa isim, (Wala yaghurannakum billahil ghorur) Kesenagan membuat kalian tertipu sehingga lalai dari Allah SWT, dunia identik dengan kesanagan yang menipu.
Contoh sederhana kita juga sering tertipu tapi ketagihan, tertipu oleh lisan kita dengan selera rasa, warna warni kenikmatan makanan dunia, enak di lidah, manis dan lidahnya mengatakan enak tetapi sampai perut asam urat, kolesterol, darah tinggi, itu contoh sederhana manusia mudah tertipu. Jadi budaya budaya konsumtif duniawi itu siafatnya sesaat dan relatif (ghurur), hanya sederhana teori nya itu (wamal hayatat dunya illa mataul ghurur) tidak lah kehidupan dunia itu kecuali kesenangan yang menipu.
Kesenangan yang menipu sehingga banyak orang yang tertipu dengan kepentingan kepentingan dunia Sehingga karena dunia itu adalah (mataul ghurur), Allah berpesan kepada kalian (Falaa taghurranakumul hayatat dunya) jangan kehidupan dunia membuat kalian tertipu, karena memang hakikat dunia itu adalah kehidupan yang menipu.
Sehingga jangan kita semua tertipu dengan kesenangan kesenangan yang sifatnya duniawi, itu diulang ulang oleh Allah, jadi dalam berbagai bentuk variasi kalimat. Hal-hal apa yang menyebabkan manusia terkena penyakit ghurur atau terkena virus yang bernama ghurur yaitu virus yang sangat berbahaya di hati manusia sehingga manusia itu tertipu dan terpedaya oleh dirinya sendiri,
- Ghurur Perspektif Tafsir : Al-An’am; 70
“Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan kelengahan, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengannya (Al-Qur’an) agar seseorang tidak terjerumus (ke dalam neraka), karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah. Jika dia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka), karena perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih karena mereka selalu kufur.” (QS.Al An’am: 70).
Disebabkan oleh (Fahmu Al-Khoti Liddiin) Pemahaman yang keliru atau yang menyimpang dalam urusan agama, mungkin karena kebodohan tidak mau belajar agama atau belajar agama di olok-olok. Agama dianggap sebagai penghalang dari kemajuan. Agama dianggap sebagai simbol kemunduran. Padahal agama justru itu sebagai energi positif yang mendorong seseorang untuk maju, untuk beriman, untuk optimis, untuk sabar dalam kehidupan, untuk gigih dalam kehidupan.
Justru kalau agamanya benar, kehidupannya akan menjadi benar. Jangan malah tertipu. Banyak orang tertipu itu karena dia salah paham dalam beragama. Metode beragamanya itu keliru. jadi agama dianggap main-main
saja.
Makanya Allah mengingatkan واًهِْعبًا َّولَُهْم لَْوا ِدْينََخذُِذْي َن اتََّّال
Jadi Allah mencela orang-orang yang mereka menjadikan agamanya (lahwan) sesuatu yang melalaikan (walaiban) sesuatu yang dianggap main-main jadi dia punya agama tapi bermain-main dengan agamanya, beragama hanya sekedar identitas yang tertulis di KTP atau di KK. Dia tak pernah belajar dia tidak pernah sholat. Katanya Muslim.
Tidak bisa membaca Qur’an, tidak sholat, dan akhlaknya rusak. Itu namanya mempermainkan agama, atau dia mengaku Islam tapi tidak pede kalau membawa identitas ke Islamannya. Jadi agama dianggap sampingan aja, agama dipisahkan dari urusan dunia, dari urusan politik, dari urusan pendidikan. Dianggap agama hanya urusan masjid saja, pasar jangan bawa
bawa agama, Itu namanya menjadikan permainan agama dalam kehidupan. Bukan dijadikan sebagai tali fondasi di dalam dalam kehidupan individunya, keluarganya, masyarakat ataupun bangsa negaranya.
Allah menjelaskan orang-orang yang bermain-main dalam cara َحٰيوةُ الدُّْنيَا ” beragamanyaُْهُم الْرتَّ غَ وَّ “ dan itu kenapa itu bisa terjadi karena orang orang bermain-main dengan agamanya itu, otomatis karena dia tertipu dengan warna-warni kepentingan dunia ini.
Ini penyebab utama jadi penyebab orang ghurur, kena penyakit ghurur itu karena dia tidak serius dalam urusan agamanya agama dianggap sampingan, agama dianggap main-main saja agama dianggap sebagai penghalang dari kemajuan atau agama itu dianggap sebagai tandu masyarakat, dan orang yang semacam ini pasti dia tertipu dan alergi terhadap agama atau phobia.
Makanya sekarang jangan heran kalau banyak gerakan-gerakan islamophobia, phobia, anti terhadap apa? Islam baik di Eropa, di Barat, atau di tengah-tengah kita muncul banyak orang-orang yang anti terhadap Islam. Itu disebabkan karena beragamanya adalah dengan cara main-main dan lalai
tidak serius mengurusi agama, itu penyebab yang pertama. Yang kedua dari 27 ayat tadi bisa kita rinci sebab yang kedua adalah tertipu dengan budaya-budaya pragmatis. budaya-budaya pragmatis kesenangan-kesenangan yang sifatnya sesaat karena kenikmatan dunia ini kan menjanjikan. karena dunia itu di depan kita dan kita berada di dalamnya, kalau
kita salah paham terhadap konsep dunia, maka bisa jadi tertipu di dalamnya. Jadi oleh karena itu ditegaskan bahwa tidaklah kenikmatan dunia itu kecuali kesenangan yang menipu, jadi walaupun enak kita nikmati apa yang kita minum, apa yang kita pakai. Apa Yang kita tinggali, disitu enaknya adalah nanti ketika hisab Yang Akan kita pikul, dipertanggungjawabkan dihadapan Allah kalau itu disalahgunakan itu menjadi laknat itu dunia memang seperti itu ya kenikmatannya tetap tidak abadi, ini sifatnya sementara tadi sementara saja dan itu ada batasannya. Oleh karena itu ” لََ فَ ُرورِا ََّّللِ الْغَُكم بَّرنَّال ُّدْنيَا َوََل يَغَُحيَاةُُكُم الَّْرنَّ ُُ ُغَت “jangan kalian tertipu dengan kenikmatan-kenikmatan Dunia. Bahwa Sering mengulang-ulang bahwa nikmat dunia ini kan panjangnya cuma 5 cm atau 7 cm kita pegang lisan kita panjangi, itulah nikmat dunia punya duit, kita makan enak di restoran yang mewah, megah itu dia bisa mencicipi manis, asin, seger, sedap itu cuma Di lidahnya, nanti sampai tenggorokan udah tidak terasa, sampe perut apa lagi. seperti itu aja nikmat dunia itu secuil, tapi pertanggung jawabannya itu sangat panjang di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.
Makanya orang tertipu itu akhirnya jadi bahkil dia punya dunia, tapi medit, koret atau pelit makanya ditegur oleh Allah subhanahu wa ta’ala لَو mengira jangan” ,يحسبن الذين يبخلون بما آتاهم هللا من فضله هو خيرا لهم بل هو شر لهم“ orang-orang yang bakhil tertipu dengan kekayaan, dengan hartanya yang banyak ditumbuk-tumbuk sehingga kemudian dia bahkil tidak mau berbagi, mereka mengira itu baik sebagai deposito yang membahagiakan di dunia yang bisa mencukupi kehidupannya.
Jangan mengira itu baik, orang-orang bahkil macam itu kata Allah. Itu jelek sekali kata Allah. Sayutawwakhuu nama bakhilu bihi yawmal qiyamah nanti hartanya itu akan dijadikan setrika, Justru itu akan menjadi setrika setrika api, setrika panas yang akan menyetrika orangnya yang tertipu karena bakhilnya dalam urusan dunia, setrika jidatnya, punggungnya, kesenangan kesenangan yang sifatnya Duniawi.
Kalau orang tertipu akhirnya jadi kesombongan, sekarang banyak hal hal yang sepele yang kita lihat di media sosial dan setiap hari itu lihat berita berita viral ujung-ujungnya hanya kesombongan, budaya-budaya flexing, pamer.
Bagaimana kemarin viral ada anak muda usia 24 tahun bawa fortuner ditegur gak terima, padahal dia salah. Oleh mobil honda brio, Mobilnya itu ditabrakin dan Itu bentuk bagaimana kesombongan yang sangat biasa sombongnya. Merasa karena anaknya orang kaya, merasa karena bapaknya alih hukum, Itu kesombongan yang sangat menyedihkan dan itu adalah ghurur. Itu bentuk dari ghurur berasa mobilnya lebih bagus, lebih kokoh, lebih gagah daripada orang lain. Sehingga dia tidak mau menerima ditegur atau dinasihat dan itu adalah ghurur namanya, ghurur Itu penyebab yang kedua.
Penyebab yang ketiga, orang tertipu itu karena Teman atau kawan atau sahabat yang yang buruk, komunitas baik online atau digital atau komunitas-komunitas secara sosial biasa, pergaulan-pergaulan dengan orang-orang yang buruk akhlaknya atau pemikirannya atau gaya hidupnya itu sangat berpengaruh juga, karena komunitas itu mempengaruhi gaya hidup seseorang.
Menjadikan seseorang itu tertipu maka sangat indah sekali, permisalan yang disampaikan oleh baginda Rasulullah SAW bahwa komunitas itu, manusia yang tenang, berkomunitas karena dia makhluk sosial. Jadi, roh manusia itu suka berkomunitas seperti bala tentara yang berkompi. Atau mereka akan mencari sesuai dengan hobi masing-masing kesenangan yang cocok. Menjadi satu komunitas.
Kalau komunitas itu baik, Pertemanan, perkawanan yang baik. Maka akan mendatangkan parfum dalam kehidupan nya. Seperti pedagang parfum kalau kita bergaul dengan orang baik kalau kita tidak mandi kan kecipratan parfumnya jadi wangi tapi kalau komunitas pergaulannya adalah orang
orang yang buruk dari akidah maupun akhlaknya itu diumpamakan Seperti orang yang kerjaannya itu pandai besi, kalau kita deket-deket tukang pandai besi itu , kalau tidak kecipratan keringetnya yang bau minimal kena cipratan api nya artinya berdampak.
Oleh karena itu nanti di akhirat teman dengan teman yang lain itu saling bermusuhan ya kecuali orang-orang yang bertakwa makanya disebutkan dalam Al-Quran Al-Baqarah 166-167 terjadi pertengkaran, jadi jangan diharap tawuran itu di dunia saja, di akhirnya juga ada pertengkaran antara komunitas yang dulu digeluti di dunia karena merasa dikhianati, disesatkan, jadi orang-orang yang merasa disesatkan oleh temannya gara
gara pergaulan tadi dan mereka ternyata dihadapan azab sudah putus harapan mereka, maka orang-orang yang merasa menjadi pengikut, mereka kemudian sumpah-sumpah kalau seandainya saya bisa kembali hidup di dunia, saya akan lepas diri dari teman-teman jahat ini, dari komunitas ini saya akan jauhi mereka .
Sebagai mana dia juga berlepas tangan, cuci tangan dari menyelamatkan kita semua, Jadi antara teman dan teman enggak bisa saling memberi manfaat, tidak bisa memberi syafaat Karena pertemanannya di bingkai bukan di atas ketakwaan.
Makanya hati-hati, Sekarang pertemanan millennial, pertemanan zaman 4.0 atau 5.0 ini sekedar pertemanan bermajlis dalam satu tempat, sekarang bermajlisnya itu lewat online, lewat digital, lewat media sosial, berkomunitas. Ada orang publik figur yang ahli maksiat, tapi pengikutnya ada 5 juta. Dan kalau Anda ikut di dalamnya, masuk, nanti dibangkitkan bersama mereka, ahli maksiat.
Hati hati sekarang hanya sekedar like, share, subscribe, jempol, itu bukan sekedar jempol saja tapi itu nanti masuk ke akhirat, dan Kita harus bayangin Itu misalkan dia ahli maksiat kemuadian kita kasih jempol berarti
kita andil dalam dosanya dia, kalau dia dosa dan ditonton selama 5 juta kali, dan itu berapa kali juta dosa yang kita dapatkan padalah hanya sekadar jempol saja, dan itu yang kita tidak sadari sekarang.
Pertemanan-pertemanan digital ini sangat perlu diwaspadahi. Jangan sekedar ikut-ikutan jempol yang jempol kita ini nanti apakah membawa ke surga atau ke neraka. Itu tadi kasusnya dalam Al-Baqarah 166 itu terjadi sengketa lagi. Adu mulut Antara teman dengan teman yang lain gara-gara merasa disesatkan. Merasa ditipu dan ini kebanyakan sekarang Anak-anak yang masih ABG sekarang ya anak-anak SMP, SMA ini pikirannya sekarang itu, pikiran-pikiran pragmatis semuanya dan anak-anak sekarang itu harus di jaga dan dilihat handphonenya di cek komunitasnya dengan siapa dia bergaul. Karena teman itu tergantung temannya dalam urusan apa saja, agama, selera, gaya hidup, Makanya kasus-kasus LGBT yang sekarang meraja lela masuk ke sekolah-sekolah, masuk ke semua kehidupan Karena pertemanan. salah satunya adalah salah pergaulan.
Kemudian yang berikutnya yang keempat. Yang menyebabkan orang terkena penyakit ghurur tertipu Itu adalah angan-angan kosong. panjang angan-angannya. Jadi banyak melamun. Ya’iduhum wayu man nihim. Wa ma ya’iduhum syaitanu illa ghurura” Jadi manusia itu kalau dia tidak diam maka dia akan bergerak. diamnya dia kalau dia tidak zikir pasti berangan
angan, baik itu anak kecil, atau orang dewasa, atau orang tua. Selama 24 jam itu, dia hanya disibukkan, kalau dia tidak disibukan dengan ketaatan, pasti disibukan dengan kemaksiatan. Itu salah satu nya dan yang sering membuat manusia tertipu itu adalah angan-angan kosongnya. Jadi bayangan-bayangan kosong dan angan-angan kosong itu produk dari apa yang dia lihat, atau apa yang dia baca. atau apa yang dia kenal.
Terkadang Panjang angan-angannya, padahal usianya sudah tidak muda lagi. Atau padahal dia anak muda, tetapi tidak produktif. Karena angan-angannya kosong. Jadi dibayang-bayangi dengan panjang angan angan. Sehingga tidak produktif. Yang terjadi adalah muncul sifat malas, Ingin punya duit, enggak mau bekerja, bayang-bayangan aja kepingin ini, kepingin itu, banyak kepinginnya. Tapi malas. Tidak mau berusaha, tidak mau ikhtiar, tidak mau tawakal, karena dibayang-bayangin oleh angan angan kosong.
Berikutnya, panjang angan-angan tadi itu Dampak dari was-was atau belitan syaitan. Itu dampak dari was-was belitan Syaitan atau Bisikan syaitan. Jadi dalam hati kita itu ada bisikan-bisikan itu, kalau bisikan itu mengajak kepada hal hal yang Buruk, maksiat atau hal-hal kosong yang kontraproduktif.
Hal-hal yang kosong itu namanya was-was jadi diamnya seseorang kemudian dia berangan-angan dan angan-angan kosong atau angan-angan buruk itu namanya was-was. Jadi karena di dalam dada itu selalu ditiupin oleh setan. Dan Itu namanya adalah was-was. Karena Setan itu bisa masuk di dalam tubuh manusia melalui aliran darahnya. Karena setan itu bisa masuk
melalui aliran darah, tentunya bisa masuk ke seluruh tubuh kita. Anggota tubuh yang tidak dialiri darah. Kita bisa menguasai itu. Sampai-sampai pernah datang salah seorang sahabat Utsman bin Abil As.
Sahabat Utsman bin Abil As ini Datang Kepada Rasulullah SAW melaporkan tentang masalah was-was, jadi was-wasnya itu datang dan terkadang datang seketika dan menghalangi seseorang, tidak hanya di saat orang itu diam berangan-angan kosong tadi bahkan setan itu datang juga ketika orang sedang beribadah banyak caranya, banyak gururnya. Sahabat Utsman bin Abil As ini dia merasakan, jadi kalau sholat itu kok ada was-was keraguan, keraguan dalam arti sholatnya kadang lupa ini 4 rakaat, 3 rakaat, atau was-was ini tadi kentut atau tidak kentut. Maka, nabi SAW mengatakan, ( الشيطان ذاك (maka nabi SAW mengatakan itu was-was syaitan “yukooluulahu khinzab” atau “khonzab” itu namanya syaitan yang bernama “Khonzab” atau “Khinzab” Syaitan Khinzab atau Khonzab itu, itu shaytan spesialis. Jadi bukan dokter saja yang spesialis, Setan pun ada yang spesialis. Spesialis apa shaytan Khonzab ini? Spesialis menggoda orang yang sedang sholat.
Jadi iblis ini punya pabrik spesialis, Iblis ini anak buahnya itu memang tugasnya untuk menggoda secara spesifik/Tertentu, Salah satu dicontohkan dalam hadis itu. Bahkan salah satu pekerjaannya setan khinzab atau khonzab itu adalah dia itu Niup dubur seseorang supaya terkesan tadi kentut atau enggak kentut. Coba bayangkan, makanya nabi mengingatkan selama tidak terdengar suara atau selama tidak tercium bau, lanjutkan. Artinya enggak batal dan Itu hanya sekedar was-was. Itu was-was setan sampai seperti itu.
Terkadang, bukan main dari ranah fisik saja setan itu tapi juga masuk ke alam fikiran seseorang. Itu namanya syubhat. Terkena syubhat pemikiran ini sangat repot, merapihkannya butuh waktu panjang kalau orang udah terkena syubhat pemikiran, karena mainnya bukan masalah fisik lagi dia sudah main dalam masalah Pemikiran sebagaimana contohnya ialah
menghalalkan yang haram, mengharamkan yang halal, halal jelas, haram juga jelas. pekerjaan syaitan itu membuat oplosan tadi. Jadi halal, haram itu dicampur adukan. Sehingga menjadi produknya adalah syubhat. ” للَالح وان
بين “yang halal jelas. “بين الحرام وان “yang haram juga Jelas. “مشتبهات وبينهما“ diantara halal haram ini dioplos dibuat remeng-remeng itulah yang disebut dengan syubhat.
Syaitan itu masuk ke pintu syubhat, jarang orang yang selamat dari pintu syubhat ini kecuali kalau memang orang-orang yang memang zuhud atau orang-orang yang waro, hati-hati Ini hadiah atau suap. Itu kan beda beda tipis. Sama pake duitnya dolar, sama Pake rupiah. Pake hadiah. Benda benda mewah. Dan barangnya sama Yang membedakan adalah Kadang tidak bisa membedakan, karena dia tertipu dengan tawaran-tawaran materi. Ini udah tidak bisa mikir lagi. muncul lah pikiran-pikiran pragmatis tadi. Kepengen cepet kaya, kepengen cepet dapat, tanpa pikir panjang halal atau haram tidak penting. ini sudah syubhat, sudah masuk. Jadi disitulah permainan setan dimainkan. Jadi strategi, skenario setan. itu bikin skenario
untuk menjatuhkan manusia itu berlapis-lapis,
“وَل تت بعو خطوات الشيطان” ,Makanya .langkah ribu-beribu itu Setan Jangan kamu mengikuti langkah-langkah syaithan, jadi kalau gagal pakai cara ini, cara berikutnya. Makanya, disebutkan cara syaitan menggoda itu dari arah depan, belakang, kanan, kiri. Jadi, gagal dari arah depan, dari arah belakang, dari kanan gagal, dari kiri, dan seterusnya begitu. Sehingga nanti di akhirat syaithan tidak mau tanggung jawab. Makanya nanti ada pidato pamungkas, pidato terakhir setan.
Makanya dalam pidato itu iblis nanti akan naik mimbar dan berpidato. dan pidatonya setan ini ketika sudah diputuskan semua anggotanya setan dan para pengikut-pengikutnya sebagai ahli neraka “األمر قضي لما الشيطان وقال “dan syaithan berkata setelah diputuskan semua urusan, artinya sudah tuntas, sudah jelas di vonis masuk neraka, maka syaitan sudah tidak bisa berkelit lagi dan sudah tidak bisa banding.
Kalau di dunia di vonis, bisa banding akan tetapi di akhirat sudah tidak bisa, sehingga setan sudah menyerah. Maka apa yang dikatakan oleh syaitan itu Allah ,Sesungguhnya” ان هللا وعدكم وعد الحق” ,pidatonya dalam menjanjikan kepada kalian janji yang benar. “Wa’ad tukum fa’akhlaf tukum” Dan aku juga berjanji, cuma aku mengikari janji, maka syaithan berkata mau apa kalian, kita sama-sama masuk neraka. Jadi tertipu semua pengikutnya, dalam pesan setan yang terakhir tadi janji Allah benar dan janji ku adalah tipuan, salah siapa kalian mau mengikuti aku, oleh karena itu kita harus hati hati.
Untuk yang terakhir yang menyebabkan orang tertipu itu adalah تصويف. Menunda-nunda, menunda amal, nanti, besok, pekan depan. Padahal dia sehat, ada kesempatan, ada kemampuan untuk melaksanakan sekarang, kenapa ditunda? karena kalian ini tertipu oleh panjang angan-angan sehingga menunda-nunda.
تصويف itu artinya besok, nanti, ntar dan tiba-tiba mati, dicabut oleh malaikat zabania mencabut nyawa, terlambat hingga Semuanya terlambat karena terkena tipu daya, Itulah beberapa hal yang menyebabkan seseorang terkena penyakit ghurur. Dan oleh karena itu kita harus senantiasa mengevaluasi diri kita dengan ilmu dan amal dan muhasabah. Kita menjaga ketakwaan kita saat sendiri maupun saat ramai dan sampai terbawa mati. ” لَو .“تموتن اَل وانتم مسلمون
- Kajian Implementatif Tentang Ghurur
Ghurur Berbasis 27 Ayat Di Dalam Al-Qur’an
Prinsip-prinsip Ghurur, yang perlu diperhatikan dan dijauhi untuk seluruh kaum muslimin mencakup lima hal, yaitu:
- Pemahaman Yang Keliru Atau Menyimpang Dalam Urusan Agama
- Jadikan agama justru itu sebagai energi positif yang mendorong seseorang untuk maju, untuk beriman, untuk optimis, untuk sabar dalam kehidupan, untuk gigih dalam kehidupan. Justru kalau agamanya benar, kehidupannya akan menjadi benar. Jangan malah tertipu. Banyak orang tertipu itu karena dia salah paham dalam beragama. Metode beragamanya itu keliru. jadi agama dianggap main
main saja.
- Ini penyebab utama jadi penyebab orang ghurur, kena penyakit ghurur itu karena dia tidak serius dalam urusan agamanya agama dianggap sampingan, agama dianggap main-main saja agama dianggap sebagai penghalang dari kemajuan.
- Tertipu Dengan Budaya-Budaya Pragmatis
- Jangan kita tertipu dengan kenikmatan-kenikmatan dunia. Bahwa Sering mengulang-ulang bahwa nikmat dunia ini adalah panjangnya cuma 5 cm atau 7 cm kita pegang lisan kita panjangi, nikmat dunia punya duit, kita makan enak di restoran yang mewah, megah itu dia bisa mencicipi manis, asin, seger, sedap itu cuma Di lidahnya, nanti sampai tenggorokan udah tidak terasa, sampe perut apa lagi. seperti itu aja nikmat dunia itu secuil, tapi pertanggung jawabannya itu sangat panjang di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.
- Jangan Jadi orang tertipu karean nanti akhirnya jadi bahkil dia punya dunia, tapi medit, koret atau pelit makanya ditegur oleh Allah وَل يحسبن الذين يبخلون بما آتاهم هللا من فضله هو خيرا لهم ala’ta wa subhanahu
”لهم شر هو بل, “jangan mengira orang-orang yang bakhil tertipu dengan kekayaan, dengan hartanya yang banyak ditumbuk-tumbuk sehingga kemudian dia bahkil tidak mau berbagi, mereka mengira itu baik sebagai deposito yang membahagiakan di dunia yang bisa mencukupi kehidupannya. Jangan mengira itu baik, orang-orang bahkil macam itu kata Allah. Itu jelek sekali kata Allah.
- Tertipu Karena Teman Atau Sahabat Yang Buruk
- Hati-hati dan perhatikan komunitas baik online atau digital atau komunitas-komunitas secara sosial biasa, karena pergaulan-pergaulan dengan orang-orang yang buruk akhlaknya atau pemikirannya atau gaya hidupnya itu sangat berpengaruh juga, karena komunitas itu mempengaruhi gaya hidup seseorang.
- Kalau kita bergabung, besosialisasi dengan komunitas yang mendukung baik, Pertemanan, perkawanan yang baik. Maka akan mendatangkan parfum dalam kehidupan nya. Seperti pedagang parfum kalau kita bergaul dengan orang baik kalau kita tidak mandi kan kecipratan parfumnya jadi wangi tapi kalau komunitas pergaulannya adalah orang-orang yang buruk dari akidah maupun akhlaknya itu diumpamakan Seperti orang yang kerjaannya itu pandai besi, kalau
kita deket-deket tukang pandai besi itu , kalau tidak kecipratan keringetnya yang bau minimal kena cipratan api nya artinya berdampak.
- Makanya hati-hati, Sekarang pertemanan millennial, pertemanan zaman 4.0 atau 5.0 ini sekedar pertemanan bermajlis dalam satu tempat, sekarang bermajlisnya itu lewat online, lewat digital, lewat media sosial, berkomunitas. Ada orang publik figur yang ahli maksiat, tapi pengikutnya ada 5 juta. Dan kalau Anda ikut di dalamnya, masuk, nanti dibangkitkan bersama mereka, ahli maksiat.
- Pertemanan-pertemanan digital ini sangat perlu diwaspadahi. Jangan sekedar ikut-ikutan jempol yang jempol kita ini nanti apakah membawa ke surga atau ke neraka. Itu tadi kasusnya dalam Al-Baqarah 166 itu terjadi sengketa lagi. Adu mulut Antara teman dengan teman yang lain gara-gara merasa disesatkan. Merasa ditipu dan ini kebanyakan sekarang Anak
anak yang masih ABG sekarang ya anak-anak SMP, SMA ini pikirannya sekarang itu, pikiran-pikiran pragmatis semuanya dan anak-anak sekarang itu harus di jaga dan dilihat handphonenya di cek komunitasnya dengan siapa dia bergaul. Karena teman itu tergantung temannya dalam urusan apa saja, agama, selera, gaya hidup, Makanya kasus-kasus LGBT yang sekarang meraja lela masuk ke sekolah-sekolah, masuk ke semua kehidupan Karena pertemanan. salah satunya adalah salah pergaulan.
- Angan-Angan Kosong Dan Panjang Angan-Angannya • Jadi manusia itu kalau dia tidak diam maka dia akan bergerak. diamnya dia kalau dia tidak zikir pasti berangan-angan, baik itu anak kecil, atau orang dewasa, atau orang tua. Selama 24 jam itu, dia hanya disibukkan, kalau dia tidak disibukan dengan ketaatan, pasti disibukan dengan kemaksiatan. maka salah satu nya dan yang sering membuat manusia tertipu itu adalah angan-angan kosongnya. Jadi bayangan-bayangan kosong dan angan-angan kosong itu produk dari apa yang dia lihat, atau apa yang dia baca. atau apa yang dia kenal, maka sudah sepatutnya dan seharusnya kita menjadi kan waktu kosong kita untuk lebih berproduktif, bermanfaat, serta bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
- تصويف) Menunda-Nunda)
- Ini sangant relevan dengan kondisi umat akhir zaman, dimana kita akan temukan baik itu, dewasa, remaja, anak-anak bermalas malasan dan menunda suatu pekerjaan maupun amal ataupun dalam bahasa kontemporer anak anak muda di zaman ini dengan menyebut kata “mager” ntar, nanti akan tetapi kita semua lupa
bahwa kita tidak mengetahui kapan ajal menjemput, tiba-tiba mati, dicabut oleh malaikat zabania mencabut nyawa, terlambat hingga Semuanya terlambat karena terkena tipu daya.
- Kesimpulan
Ghurur ini telah banyak di “mention” dan telah banyak diingatkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an sebanyak 27 kali di berbagai ayat dan surat, dan ini seharusnya menjadi peringatan bagi kita sebagai hamba-hamba nya yang beriman bahwa perkara ini adalah penting dan “urgent” sehingga Allah banyak menyebutkannya dalam Al-Qur’an. Maka sebagaimana kita lihat bahwa kita harus menjauhi dan memperhatikan lima hal tersebut yaitu, pemahaman yang keliru dan menyimpang dalam urusan agama, tertipu budaya-budaya pragmatis, tertipu teman yang buruk , angan-angan kosong dan yang terkahir adalah menunda-nunda suatu amal.
Daftar Pustaka
https://www.youtube.com/live/U0y_Dnv-8js?feature=shared
