PLEASE UPDATE YOUR BROWSER Skip to content
akhmadalim.com

akhmadalim.com

Official Website Dr. Akhmad Alim, M.A.

Menu
  • Beranda
  • Buah Karya
  • Kartu Nama
  • SINTA Kemdikbud
  • Google Scholar
Menu

KHUTBAH IDUL FITRI 1436 H TIGA PILAR DALAM MENGGAPAI PERTOLONGAN ALLAH | Dr.H.Akhmad Alim,M.A

Posted on 22 November 2023 by alim

 

الله أكبر 9 x   لااله الا الله الله أكبر، الله أكبر ولله الحمد.

إن الحمد لله، نحمده، ونستعينه، ونستغفره، ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، أرسله الله تعالى بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله، فبلَّغ الرسالة، وأدى الأمانة، ونصح الأمة، وجاهد في الله حق جهاده، وترك أمته على محجة بيضاء ليلها كنهارها لا يزيغ عنها إلا هالك، فصلوات الله وسلامه عليه وعلى آله وأصحابه، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. يأيها الذين أمنوا اتقوالله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون، أما بعد :

 

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu

Di hari yang fitri ini, tiada kata yang indah untuk kita lafadzkan selain untaian puja dan puji syukur atas nikmat Islam,Iman,Ihsan, sehingga kita mampu menyelesaikan   ibadah puasa sebulan penuh dengan mengharapkan pahala dan ridha-Nya. Dan sampailah kita pada hari raya Idul Fitri yang penuh dengan kebahagiaan, ampunan, rahmat, serta keberkahan.

Hari ini kita berbahagia karena limpahan  rahmat Allah,

Hari ini kita berbahagia karena gema takbir yang dikumandangkan,  nama Allah disucikan dan diagungkan,

Hari ini kita berbahagia karena kembali pada fitrah tauhid, kembali suci dari segala noda dosa dan kesalahan.

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ (٥٨)

Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.(QS.Yunus:58)

Ma’asyiral Muslimin yang dimuliakan Allah…

Disaat  kondisi bangsa kita yang semakin kehilangan arah,

Disaat  krisis moral yang semakin mewabah,

Disaat hilangnya keteladanan pemimpin yang semakin parah,

Kita tidak boleh pesimis ataupun putus asa. Kita tidak boleh lemah ataupun menyerah. Kita juga tidak boleh hanya meratapi nasib bangsa ini.  Kita harus berbuat sesuatu untuk membangun kembali bangsa ini. Kita harus menjadi mukmin yang kuat, yang pantang menyerah, dan selalu optimis dalam segala kondisi. Rasulullah saw bersabda:

المؤمن القوي خير وأحب إلى الله من المؤمن الضعيف وفي كل خير احرص على ما ينفعك واستعن بالله ولا تعجز وإن أصابك شيء فلا تقل لو أني فعلت كان كذا وكذا ولكن قل : قدر الله وما شاء فعل فإن لو تفتح عمل الشيطان

Orang mukmin yang kuat lebih baik, daripada orang mukmin yang lemah. Pada setiap masing-masing memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas apa saja yang bermanfaat bagimu, dan jangan lemah. Jika menimpamu musibah jangan katakan : “ seandainya aku kerjakan ini maka akan begini…”, tapi katakan: “ ini  adalah taqdir Allah , karena perkataan “  seandainya… “ akan membuka pintu syetan. ( HR. Muslim )

Ma’asyiral Muslimin yang dimuliakan Allah…

Di dunia ini, semua masalah pasti ada solusianya, ketika ada satu pintu tertutup, di sana masih ada seribu pintu yang terbuka. Kalau ada satu kesulitan, maka Allah telah menyediakan sejuta kemudahan. Untuk itu tidak ada kata putus asa dan kesedihan  di hati orang mukmin. Bahkan ketika seluruh bumi dan seisinya menutup pintu pertolongan mereka, masih ada pintu pertolongan Allah yang terbuka luas di langit.

وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS.Ali Imran:139)

Untuk itu, dalam rangka menggapai pertolongan Allah, kita perlu memperkuat  tiga pilar  sebagaimana yang disebutkan dalam QS. Al-Anbiya : 89-90

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

Sesungguhnya mereka ( Para Nabi dan Rasul ) adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan  amal kebaikan dan mereka senantiasa berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang senantiasa  khusyuk kepada Kami. .(QS. Al-Anbiya : 89-90 )

Pilar pertama:  (يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ) Responsif terhadap segala kebaikan. Bersegera dalam memenuhi seruan Allah, tidak menundanya, apalagi meremehkannya. Ketika datang seruan adzan, bersegera kita menuju masjid untuk shalat berjama’ah. Ketika sampai nisab dari harta yang kita miliki, segera dibayarkan zakatnya. Ketika ditawarkan amar makruf dan nahi munkar, segera kita meresponnya dan menegakkannya. Ketika kita mendengar rintihan saudara kita yang meminta tolong, segera kita ulurkan tangan untuk membantunya.  Dengan bersegera itulah, Allah akan menyegerakan pertolongannya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ (٧)

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS.Muhammad:7)

الراحمون يرحمهم الرحمن، ارحموا من في الأرض يرحمكم من في السماء

Orang-orang yang saling mengasihi akan dikasihi Allah Maha Pengasih. Berkasih sayanglah kalian kepada semua orang di muka bumi, maka yang di langit akan mengasihi kalian . ( HR. Abu Daud )

 

Pilar Kedua : (وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا) Memperkuat benteng doa. Hendaknya kita senantiasa berdoa di setiap saat dan waktu, dengan penuh keyakinan dan harapan  di semua aktifitas yang kita lakukan. Kita sandarkan doa-doa kita pada Allah yang maha mendengar. Kita panjatkan permohonan kita, pada Allah yang maha melihat. Kita bermunajat pada Allah yang mengetahui isi hati kita. Tiada yang ditolak dari doa, selama kita tidak meletakkan penghalang antara diri kita dan Allah. Semua doa akan dijawab, selama kita menjawab panggilan Allah.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran . ( QS. Al-Baqarah : 186 )

لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيْعَةِ رَحْمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ قِيْلَ يَارَسُولَ اللهِ ! مَا الاِسْتِعْجَالُ ؟ يَقُولَ : قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أرَ يَسْتَجِيْبُ لِي فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ
“Senantiasa akan dikabulkan do’a seorang hamba, selama tidak untuk berbuat dosa, tidak untuk memutuskan silaturahmi dan tidak pula (memiliki sikap) tergesa-gesa (isti’jal). Wahai Rasulullah , apa yang dimaksud dengan isti’jal? Beliau menjawab: “Padahal aku telah berdo’a, padahal aku telah berdo’a, namun masih saja belum dikabulkan. Sehingga ia berhenti dan meninggalkan dari berdo’a (kepada Allah).” (HR. Muslim)

Pilar Ketiga : (وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ) Membudayakan hidup khusyuk.  Orang yang husyuk senantiasa merasa diawasi oleh Allah, hidupnya selalu berorientasi akherat, Ia merindukan perjumpaan dengan Allah, Ia merindukan balasan surga sebagai rumah hunian yang kekal di dalamnya, ia senantiasa menjadikan sabar dan shalat sebagai sarana untuk menggapai pertolongan.

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ (٤٥)الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (٤٦)

  1. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,
  2. (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS.Al-Baqarah:45-46)

Dengan khusyuk seorang hamba kembali mendapatkan energi ruhaninya dari pancaran cahaya Allah. Hatinya kembali tenang, jiwanya tentram, emosinya kembali stabil, tiada lagi bayang-bayang kecemasan, tiada lagi rasa takut, hilanglah putus asa, dan berganti dengan keyakinan akan pertolongan Allah, sehingga ia tidak pernah menyerah saat gagal, dan tetap kuat dalam menaklukkan rintangan, sampai akhirnya mendapatkan pertolongan Allah swt.

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ (٦٩)

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS.Al-Ankabut:69)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…

Akhirnya marilah kita senantiasa mengamalkan tiga pilar tersebut, agar pertolongan Allah segera diturunkan pada kita semua,  (1) Responsif terhadap segala kebaikan, menyegerakannya dan tidak menundanya. (2) Memperkuat benteng doa-doa kita. Dan yang terakhir (3) membudayakan hidup khusyuk, yang merasa diawasi Allah dan menyiapkan bekal untuk kembali pada-Nya.

Marilah kita tutup khutbah ini dengan berdo kepada Allah, memohon kepadanya  segal urusan kita, dengan penuh kekhusyukan dan keyakinan, serta penuh keikhlasan.

رَبَنآ اغفِر لَنَا ذُنُوبَنَا وَإسرَافَنَا فيِ أمرِنَا وَثَبِتأقدَامَنَا وَانصُرنَا عَلَى القَومِ الكَافِرِينَ

 

“Ya Tuhan kami ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir .” (QS. Ali Imran: 147)

رَبَنَآ ءَاتِنَا مِن لَدُنكَ رَحمَةً وَهَيىء لَنَا مِن أمرِنَارَشَداً

“Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisimu dan sempurnakan bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).”  (QS. Al-Kahfi: 10)

اللَّهُمَّ إِنِّا نسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الأَمْرِ، وَالْعَزِيْمَةَ عَلَى الرُّشْدِ وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ، وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ قَلْباً سَلِيْماً، وَلِسَاناً صَادِقاً، وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ مِمَّا تَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ.

“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu ketetapan hati dalam segala urusan, keteguhan kehendak menuju kebenaran. Aku mohon agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu, mengabdi kepada-Mu dengan baik. Aku mohon kepada-Mu kesucian hati, kejujuran kata. Aku mohon kepada-Mu kebaikan yang Engkau ketahui  dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang Engkau ketahui, aku mohon ampunan-Mu  dari segala kejahatanku yang Engkau ketahui, karena Engkaulah yang mengetahui segala yang ghaib.”

وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله أجمعين

 

 

Terkait

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Kekerasan Verbal dalam Keluarga dan Parenting Positif dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis | Akhmad Alim
  • Pendidikan Berbasis Maḥabbah al-Rasūl: Telaah Pedagogis Kitab Al-Syifā’ Karya Qāḍī ‘Iyāḍ | Dr.H.Akhmad Alim,MA
  • KETIKA GAGAL MENJADI JALAN MENUJU KEBERHASILAN Seni Bangkit, Bersabar, dan Berbaik Sangka kepada Allah | Dr. Akhmad Alim, M.A.
  • ADAB BICARA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN: KAJIAN TAFSIR TEMATIK TERHADAP KONSEP QAULAN | Dr. KH. Akhmad Alim, MA
  • INTERNALISASI ADAB DALAM PANGGILAN KEPADA NABI MUHAMMAD ﷺ: KAJIAN TAFSIR TEMATIK ATAS YĀ AYYUHAN-NABĪ DAN YĀ AYYUHAR-RASŪL | Dr. KH. Akhmad Alim, MA

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Arsip

  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Agustus 2024
  • Maret 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Januari 2023
  • Januari 2022

Kategori

  • Artikel-lepas
  • Kutbah
  • Makalah Ilmu
  • PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
  • Rubik Konsultasi
  • Tafsir
  • Tazkiyatun Nufus
  • ulumul quran
  • Video Kajian
© 2026 akhmadalim.com | Powered by Superbs Personal Blog theme