Konsep Alam, Seni dan Budaya
Allah menciptakan alam sebagai tanda kekuasaan, dan kemaslahatan. Ketika menyadari hal itu, maka seorang mukmin saat berinteraksi dengan alam, ia seketika memuji Allah, seraya berkeyakinan bahwa tiada ciptaan alam yang sia-sia tanpa makna.
ربنا ما خلقت هذا باطلا
“Ya Allah ya Tuhan kami engkau tidak menciptakan alam jagat raya ini dengan sia-sia.”
Orang yang beriman melihat bahwa alam ini adalah ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala. Ketika Allah menciptakan jagat raya ini cukup Allah mengatakan ‘Kun fayakun’ maka jadilah seketika dan begitu mudah terjadi.
Berbeda dengan konsep alam perspektif Barat, yang mengatakan bahwa alam ini terbentuk dengan sendirinya, tanpa campur tangan Tuhan.
Alam sebagai makhluk ciptaan Allah, baik y ‘alam syahadah’ yang bersifat empiris,kosmologis, biologis, maupun alam ghaib yang tak bisa dicerna oleh panca indera manusia. Itu semua sebagai tanda keaguangan ciptaan Allah atas makhluknya.
Seni Budaya
- Falsafah seni budaya dalam Islam, tidak dilepas dari nilai wahyu untuk menentukan dan mengukur suatu keindahan dan kebenaran. Itu semua agar ada internalisasi nilai keimanan dan halal haram agar tidak melampaui batasnya (israf)
انه لا يحب المسرفين …..
Maka jangan melampaui batas, sebab Islam adalah agama wasathiyah tidak ektrim Kanan maupun extrim kiri, supaya tetap menjadi agama yang lurus
صراط المستقيم
Allah menyuruh kita makan dari hasil alam, seni dan budaya, tapi jangan melampaui batasnya
وكلوا واشربوا ولا تسرفوا
– قل من حرم الله ربنة الله التي اخرج لعبادة والطيب من الزرق
- Islam melarang seni budaya yang fawahish (kekejian dan kesyirikan baik yang nampak maupun tidak nampak)
• Islam melarang seni budaya yang ada unsur maksiat Kesenjangan yang ada unsur dosa (اثم)
• Demikian dilarang juga seni badaya yang ‘bighairil haq’ (sesuatu yang melampaui batas)
• Dilarang juga seni badaya yang ada unsur syirik dengan menyekutukan Allah (seperti seni patung, dll.
• Dilarang juga seni berbicara atas nama Allah (pujian, puisi yg mengandung syahwat dan ajakan kesesatan) - Budaya Islam tidak sama dengan budaya jahiliyah, namun mengandung keindahan nilai jika disatukan, yaitu :
•> nilai etika
•> nilai estetika
•> nilai halal haram
•> nilai ibadah
•> nilai ubudiah
•> nilai aqidah
- Dalam Islam seni budaya bukan hanya sekedar keindahan dan kesenangan tapi dipadukan dengan kebaikan. perpaduan etika dan estetika saling terikat tak terpisahkan.
- Seni budaya Melahirkan Kebudayaan yang di bungkus dengan keislaman yg melahirkan peradaban yang kemudian memakmurkan bumi untuk tambuh berkembang dengan peradaban.
-
Islam melihat keindahan alam yang Allah ciptakan untuk manusia supaya hidup bahagia yang mencakup Kebahagian yang bersifat materi Jasmani dan rohani agar menjadi manusia yang paripurna yang manifestasinya adalah ibadah
وما خلقت الجن و الانس إلا ليعبدون
