PLEASE UPDATE YOUR BROWSER Skip to content
akhmadalim.com

akhmadalim.com

Official Website Dr. Akhmad Alim, M.A.

Menu
  • Beranda
  • Buah Karya
  • Kartu Nama
  • SINTA Kemdikbud
  • Google Scholar
Menu

Hidup Ini Penuh Nikmat | Dr.H.Akhmad Alim

Posted on 30 November 20234 Desember 2023 by alim

Buka jendela pagi harimu dengan ucapan hamdalah, memuji Allah dan mengagungkan namanya. Alhamdulillah, segala puji hanya milikmu ya Allah yang telah menghidupkanku kembali dari kematian sejenak, dan hanya kepadamu aku kembali.

Alhamdulillah aku terbangun atas nikmatmu, menyaksikan indahnya fajar untuk bersimpuh di hadapanmu, meletakkan kening ini bertahajud bermunajat hanya untukmu.

Engkau tuntun kaki ini untuk melangkah menuju panggilanmu, walau dalam hari masih gelap, serasa terang atas pancaran cahaya hidayah-taufikmu, mengunjungi rumahmu nan indah, karena pancaran rukuk sujud berjamaah subuh yang menyejukkan jiwa dan raga.

Pagi hari ini, kedua mataku masih diberi kesempatan untuk melihat indahnya cahaya mentari yang baru saja terbit, kedua telingaku masih diberi kesempatan untuk mendengarkan kicauan burung yang bertasbih riang, demikian pula kedua lubang hidungku masih bisa menikmati segarnya oksigen  kehidupan.

Sungguh hari ini adalah hari yang penuh berkah, sejuk nan indah, dengan iringan alam yang juga ikut bertasbih, menyambut aliran  kasih sayangmu  yang tiada tara.

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

Barangsiapa yang di pagi hari bangun dalam keadaan sehat, aman dari gangguan, memiliki jatah makanan sehari, maka sesungguhnya ia seperti memiliki dunia seisinya. (HR. Ibnu Majah)

 

Saudaraku.., Jangan pernah berfikir tentang kenikmatan nanti sore ataupun esok hari, apalagi anda mencemaskan sesuatu yang belum terjadi, dan jangan pula menyibukkan diri memikirkan kenikmatan yang ada pada tangan orang lain. Itu semua akan membuahkan kegelisahan dihatimu, dan meracuni ketenanganmu. Kenikmatan yang seharusnya anda nikmati dengan puas justru hilang dengan sia-sia.

Jika ditanganmu ada segelas teh manis, janganlah engkau melihat segelas susu yang ada ditangan orang lain; karena rasa iri itu akan menghilangkan manisnya teh, dan segelas teh manis yang begitu segar berubah rasa menjadi pahit akibat perasaanmu yang rakus akan nikmat orang lain.

Maka dari itu, tanamkanlah niat pada pagi hari ini, untuk berusaha bersyukur, memperbaiki diri, tidak menyakiti orang lain, dan selalu menebarkan kebajikan.

Walaupun hanya sekedar niat, Allah akan mencatatnya sebagai sebuah amal saleh, dan apabila mewujudkannya dalam bentuk perbuatan, tentu pahalanya akan berlipat ganda sampai tujuh ratus kali dan bahkan tak terhingga. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskan hal tersebut : Siapa yang berniat melaksanakan kebaikan kemudian dia tidak mengamalkannya, maka dicatat disisi-Nya sebagai satu kebaikan penuh. Dan jika dia berniat melakukannya dan kemudian melaksanakannya maka Allah akan mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan hingga kelipatan yang banyak. Dan jika dia berniat melaksanakan keburukan kemudian dia tidak melaksanakannya maka baginya satu kebaikan penuh, sedangkan jika dia berniat kemudian dia melaksanakannya Allah mencatatnya sebagai satu keburukan”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Jangan terlalu pragmatis-egois dalam hidup ini, tapi hiduplah dengan idwalis-realistis. Semakin pragmatis berarti semakin tidak pernah bahagia, bahkan semakin ambisius yang tidak pernah membuahkan ketenangan, bahkan justru semakin  menyakiti perasaan sendiri. Tidak selamanya yang kita inginkan akan tercapai, dan tidak selamanya pula orang lain seide dengan kita. Tinggalkan kata-kata : “ Pokoknya harus begini, kalau tidak, maka….”.

Nikmati hari ini dengan apa yang anda miliki saat ini, syukuri yang ada, seraya meningkatkan diri untuk mencapai yang terbaik. Sedikit yang disyukuri akan terasa menjadi banyak, karena dengannya menjadi berkah, dan sebaliknya limpahan nikmat yang banyak akan terasa sedikit, ketika tidak ada rasa syukur di dalamnya, karena mungkin Allah telah mencabut keberkahan darinya. Sebutir kurma dan seteguk air yang disyukuri, akan mengenyangkan perut anda, walaupun sehari semalam belum terisi apa-apa, dan satu kilogram kurma serta satu liter air, tidak pernah mengenyangkan perut orang-orang yang rakus. Bukan kurma dan air yang mengenyangkan, tapi rasa syukurlah yang menjadikannya kenyang.

Kita sering kufur nikmat, padahal samudera nikmat menempel pada badan kita. Kita sering iri dan dengki pada nikmat yang ada di tangan orang lain, padahal nikmat itu tidak pernah tertukar ataupun berpindah tangan. Anugrah nikmat yang kita terima, selalu bernilai lebih dari pada yang kita minta. Namun terimakasih yang kita ucapkan hanya sebatas di mulut saja. Mungkin Tuhan berkata : “ Seharusnya engkau malu …!. Namun kita hanya berlalu, seakan tidak terjadi apa-apa. Maka dari itu untuk melestarikan rasa syukur kita kepada Allah, katakan pada diri kita :

  • Saya akan mengucapkan alhamdulillah, walaupun sarapan pagi tanpa lauk
  • Saya akan mengucapkan alhamdulillah, walaupun persediaan beras menipis
  • Saya akan mengucapkan alhamdulillah, walaupun pergi ke kantor dengan jalan kaki.
  • Saya akan mengucapkan alhamdulillah, walaupun basah kuyup kehujanan ditengah perjalanan.
  • Saya akan mengucapkan alhamdulillah, walaupun terjebak macet saat menuju kampus.
  • Saya akan mengucapkan alhamdulillah, walaupun tempat dudukku direbut orang lain.
  • Saya akan mengucapkan alhamdulillah, walaupun ditilang polisi saat pulang kantor, karena lupa membawa SIM.
  • Saya akan mengucapkan alhamdulillah, walaupun rumah bocor, karena gentingnya pecah.
  • Alhamdulillah dalam segala keadaan, segala puji bagimu ya Allah, hari ini engkau limpahkan nikmatmu kepadaku. “ Ya Allah tolonglah hambaMu ini, agar bisa selalu mengingatMu, mensyukuri nikmatMu, dan memperbaiki kualitas ibadah hanya kepadaMu”.

Ingatlah bahwa orang yang selalu memuji Allah disetiap saat, baik diwaktu senang maupun sedih, ia adalah termasuk golongan umat yang akan dipanggil pertama kali untuk masuk surga.

أول من يدعى إلى الجنة الحمادون الدين يحمدون الله في الشرآء والضرآء

 

Orang yang pertama kali dipanggil untuk masuk surga adalah orang yang banyak bersyukur.Yaitu mereka memuji Allah baik dalam keadaan senang maupun susah. ( HR.At-Thabrani, Hakim, dalam kitab Fathul Kabir )

Subhanallah, alangkah indahnya hidup ini, jika lisan ini dibasahi dengan lantunan pujian hanya kepada-Nya. Dan alangkah sengsaranya hidup ini, jika lisan ini dibasahi cacian, makian, terhadap apa yang telah kita terima.

Jangan sampai kita disibukkan dengan kenikmatan yang kita terima, lalu melupakan sang Maha pemberi nikmat.  Jangan sampai pula, kita berterimakasih hanya pada saat kenikmatan itu melimpah, tetapi cemberut saat nikmat itu sedikit. Padahal sedikit banyak yang telah kita terima, merupakan pemberian-Nya yang terbaik. Sungguh orang yang bersyukur adalah mereka yang melihat kemurahan pemberian Allah, lalu berterimakasih kepada-Nya, kemurahan itu tidak disia-siakan, akan tetapi dibelanjakan untuk menggapai ridla-Nya.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ” Kebiasaan Rasulullah jika menyaksikan hal-hal yang disukai, maka Beliau mengucapkan,”Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimush sholihaat”.. Segala puji milik Allah, yang denganya menjadi sempurna segala kebaikan.

Sedangkan di saat Beliau menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan, Beliau pun tetap  mengucapkan,”Alhamdulillah ‘ala kulli hal”… Segala puji hanya milik Allah atas semua keadaan. (HR. Ibnu Majah)

 

 

Terkait

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Kekerasan Verbal dalam Keluarga dan Parenting Positif dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis | Akhmad Alim
  • Pendidikan Berbasis Maḥabbah al-Rasūl: Telaah Pedagogis Kitab Al-Syifā’ Karya Qāḍī ‘Iyāḍ | Dr.H.Akhmad Alim,MA
  • KETIKA GAGAL MENJADI JALAN MENUJU KEBERHASILAN Seni Bangkit, Bersabar, dan Berbaik Sangka kepada Allah | Dr. Akhmad Alim, M.A.
  • ADAB BICARA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN: KAJIAN TAFSIR TEMATIK TERHADAP KONSEP QAULAN | Dr. KH. Akhmad Alim, MA
  • INTERNALISASI ADAB DALAM PANGGILAN KEPADA NABI MUHAMMAD ﷺ: KAJIAN TAFSIR TEMATIK ATAS YĀ AYYUHAN-NABĪ DAN YĀ AYYUHAR-RASŪL | Dr. KH. Akhmad Alim, MA

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Arsip

  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Agustus 2024
  • Maret 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Januari 2023
  • Januari 2022

Kategori

  • Artikel-lepas
  • Kutbah
  • Makalah Ilmu
  • PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
  • Rubik Konsultasi
  • Tafsir
  • Tazkiyatun Nufus
  • ulumul quran
  • Video Kajian
© 2026 akhmadalim.com | Powered by Superbs Personal Blog theme