PLEASE UPDATE YOUR BROWSER Skip to content
akhmadalim.com

akhmadalim.com

Official Website Dr. Akhmad Alim, M.A.

Menu
  • Beranda
  • Buah Karya
  • Kartu Nama
  • SINTA Kemdikbud
  • Google Scholar
Menu

DIALOG QUR’ANI | Dr.H.Akhmad Alim,M.A

Posted on 28 November 202329 November 2023 by alim

 

Salah satu metode yang digunakan oleh Al Quran untuk  mendidik ummat ini adalah melalui metode dialog, yang diaktualisasikan berupa pertanyaan dan jawaban.  Hal ini sebagai wujud  respon dari problematika  yg diajukan dan realitas aktual yang muncul ke permukaan. Misalkan, ketika itu datang kepada Nabi Saw, sekelompok Masyarakat  bertanya tentang hilal, karena waktu itu mereka penasaran, kenapa ada hilal ketika di awal bulan?  apa makna dan juga apa tujuan wujudnya hilal disetiap pergantian bulan?.  Pertanyaan dan jawaban itu sebagaimana disebutkan sebuah ayat dalam al-Qur’an (QS. Al-Baqarah:189)

“ يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْأَهِلَّةِ ”

Hilal itu adalah berkaitan dengan waktu-waktu yang penting bagi manusia. Hilal ini bisa dijadikan panduan  kapan manusia melaksanakan ibadah haji atau seterusnya.

Pertanyaan dan jawaban itu adalah perintah wahyu dari Allah SWT. Jadi apa yang dijawab oleh Nabi itu bukan dari pikiran Nabi  saw sendiri. Tuduhan orang-orang orientalis yang mengira bahwa Al-Qur’an itu adalah produk Muhammad atau penafsiran Muhammad atau liberal tidak memiliki landasan yang jelas. Allah SWT. berfirman,

” وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌ يُوحَىٰ“

Alquran itu adalah sumber dan rujukan dari semua problematika yang ada di dunia ini dan jawaban itu adalah pasti, bukan rekayasa. Allah berfirman, (QS. Al-Baqarah:2)

لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ

“Tidak ada sedikit keraguan di dalamnya.”

 

Salah satu dialog yang diabadikan dalam Al Quran adalah dialog dalam mendidik kelurga, agar tercipta keluarga yang harmonis. Misalnya dialog antara Ayah dengan Anak dalam Al Qur’an terdapat di 14 tempat. Dengan rincian sebagai berikut:

  1. QS. Al Baqarah 130 – 133 memuat kisah dialog Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam dengan ayahnya dan dialog Nabi Ya’qub ‘alaihissalaam dengan anaknya.
  2. QS. Al An’am : 74 memuat kisah dialog Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam dengan ayahnya.
  3. QS. Hud : 42 – 43 memuat kisah dialog Nabi Hud ‘alaihissalaam dengan anaknya.
  4. QS. Yusuf : 4 – 5 memuat kisah dialog Nabi Yusuf ‘alaihissalaam dengan ayahnya.
  5. QS. Yusuf : 11 – 14 memuat kisah dialog Nabi Ya’qub ‘alaihissalaam dengan anaknya.
  6. QS. Yusuf : 16 – 18 memuat kisah dialog Nabi Ya’qub ‘alaihissalaam dengan anaknya.
  7. QS. Yusuf : 63 – 67 memuat kisah dialog Nabi Ya’qub ‘alaihissalaam dengan anaknya.
  8. QS. Yusuf : 81 – 87 memuat kisah dialog Nabi Ya’qub ‘alaihissalaam dengan anaknya.
  9. QS. Yusuf : 94 – 98 memuat kisah dialog Nabi Ya’qub ‘alaihissalaam dengan anaknya.
  10. QS. Yusuf : 99 – 100 memuat kisah dialog Nabi Yusuf ‘alaihissalaam dengan ayahnya.
  11. QS. Maryam : 41 – 48 memuat kisah dialog Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam dengan ayahnya.
  12. QS. Al-Qashash : 26 memuat kisah dialog Syaikh Madyan dengan anak perempuannya.
  13. QS. Luqman : 13 – 19 memuat kisah dialog Luqman dengan anaknya.
  14. QS. Ash-Shaffat: 102 memuat kisah dialog Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam dengan anaknya, Ismail. Demikianlah empat belas tempat dalam Al Qur’an yang memuat kisah dialog ayah dengan anaknya.

Demikian pula dialog yang terjadi antara Ibu dengan Anaknya. Dialog ini terdapat di 2 tempat, yaitu:

  1. QS. Maryam: 23 – 26 memuat kisah dialog Maryam dengan janinnya.
  2. QS. Al-Qashash: 11 memuat kisah dialog Ibunya Nabi Musa dengan anak perempuannya (kakaknya Nabi Musa).

Demikian pula dialog serentak yang terjadi antara  Kedua Orang Tua dengan Anaknya. QS. Al-Ahqaf: 17, memuat kisah dialog kedua orang tua dengan anaknya, tanpa disebut namanya.

Ini semua, menggambarkan bahwa Al Quran mangajak kepada kita semua agar menjadikan dialog menjadi sebuah metode yang aktif dalam mencari solusi dari segala problem kehidupan yang muncul ke permukaan, untuk kemudian dicarikan jawaban yang solutif.

Terkait

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Kekerasan Verbal dalam Keluarga dan Parenting Positif dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis | Akhmad Alim
  • Pendidikan Berbasis Maḥabbah al-Rasūl: Telaah Pedagogis Kitab Al-Syifā’ Karya Qāḍī ‘Iyāḍ | Dr.H.Akhmad Alim,MA
  • KETIKA GAGAL MENJADI JALAN MENUJU KEBERHASILAN Seni Bangkit, Bersabar, dan Berbaik Sangka kepada Allah | Dr. Akhmad Alim, M.A.
  • ADAB BICARA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN: KAJIAN TAFSIR TEMATIK TERHADAP KONSEP QAULAN | Dr. KH. Akhmad Alim, MA
  • INTERNALISASI ADAB DALAM PANGGILAN KEPADA NABI MUHAMMAD ﷺ: KAJIAN TAFSIR TEMATIK ATAS YĀ AYYUHAN-NABĪ DAN YĀ AYYUHAR-RASŪL | Dr. KH. Akhmad Alim, MA

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Arsip

  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Agustus 2024
  • Maret 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Januari 2023
  • Januari 2022

Kategori

  • Artikel-lepas
  • Kutbah
  • Makalah Ilmu
  • PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
  • Rubik Konsultasi
  • Tafsir
  • Tazkiyatun Nufus
  • ulumul quran
  • Video Kajian
© 2026 akhmadalim.com | Powered by Superbs Personal Blog theme