- Pendahuluan
konsep “Menebar Rahmat Alam Semesta” yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana terdapat dalam Al-Quran dan Hadis, memiliki makna yang sangat penting dan mendalam. Ajaran ini mengilhami umat Muslim untuk menjalani kehidupan yang dipenuhi dengan kasih sayang, kebaikan, dan kepedulian terhadap alam semesta yang Allah ciptakan.
Al-Quran, kitab suci umat Islam, dan Hadis, catatan-catatan dari ajaran dan tindakan Nabi Muhammad SAW, menyampaikan pesan yang konsisten tentang bagaimana manusia seharusnya berinteraksi dengan alam semesta dan sesama manusia.
Melalui pemahaman yang lebih mendalam tentang “Menebar Rahmat Alam Semesta” sesuai dengan ajaran Nabi SAW, kita dapat memperkuat iman kita dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna, serta berkontribusi pada perdamaian, keadilan, dan kebaikan di seluruh dunia.
- Teori Menebar Rahmat Alam Semesta
Firman Allah didalam surat al-anbiya:107 :
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْن
“Tidaklah kami mengutus engkau muhammad kecuali sebagai Rahmat untuk seluruh alam”
Jadi ayat ini ditegaskan oleh Allah “tidaklah aku mengutusmu Muhammad kecuali sebagai Rahmat untuk seluruh alam” Ibn Katsir rahimahullah ketika menafsirkan ayat ini didalam Ibn Katsir beliau mengingatkan dan mengatakan yang artinya : allah mengutus nabi kita Rasulullah SAW sebagai penebar Rahmat untuk seluruh alam.
Mereka yang menerima risalah dari nabi SAW yang dipenuhi dengan Rahmat ini, mereka akan bahagia dunia dan akhirat. Dan siapa yang menolaknya akan celaka didunia dan diakhirat. Jadi yang perlu ditegaskan didalam ayat ini adalah kalimat rahmatan lil’alamin. Nabi muhammad sebagai nabi dan rasul yang diutus oleh allah untuk menebarkan Rahmat(kasih sayang) untuk seluruh alam. Bahkan nabi mendeklarasikan dirinya “saya ini adalah nabi yang Rahmah(penyebar kasih sayang) yang diberikan petunjuk oleh allah SWT. Jadi salah satu akhlak nabi yang paling menonjol adalah akhlak Rahmah(penyayang) Didalam Al-Qur’an kalimat Rahmah menduduki ranking tertinggi dari sekian banyak kalimat yang menunjukkan kata akhlak.
Akhlak dalam Al-Qur’an banyak sekali yaitu ada akhlak sabar, akhlak ikhlas, akhlak dermawan dan lainnya yang begitu banyak disebutkan dalam Al-Qur’an. Tetapi, yang tertinggi yaitu akhlak Rahmah(penyayang) karena nabi itu menyayangi semua makhluknya allah. Nabi SAW bersabda yang artinya orang-orang yang senantiasa menyayangi maka mereka akan disayangi oleh allah yang maha Penyayang.
Nabi SAW beliau pernah mengatakan sebagaimana dalam riwayat abi hurairoh Radiyallahu ‘anhu yang artinya dimanapun siapapun dia sebagai seorang mukmin dia meninggal dunia dan dia meninggalkan harta maka hartanya diwarisi kepada keluarganya. Tetapi, kalau siapapun dia dan dia tidak meninggalkan harta tetapi, yang ditinggalkannya hutang atau meninggalkan anak-anak yatim atau fakir hendaklah dia datang kepadaku aku yang akan jadi penanggungjawabnya.
Konsep ini merangkum serangkaian prinsip dan ajaran yang menandakan kedalaman pemahaman Nabi SAW tentang hubungan manusia dengan alam semesta dan sesama manusia.
Ajaran Nabi SAW secara konsisten menekankan pentingnya kasih sayang dan kebaikan terhadap sesama manusia, binatang, dan alam semesta. Beliau adalah teladan dalam memberikan contoh sikap yang penuh kasih sayang. Dalam Hadis, Nabi SAW bersabda yang artinya “Siapa yang tidak menunjukkan kasih sayang kepada makhluk Allah, maka Allah tidak akan menunjukkan kasih sayang kepadanya.”
Nabi Muhammad SAW bukan hanya seorang pembawa pesan, tetapi juga seorang teladan. Tindakan dan sikapnya mencerminkan prinsip-prinsip “Menebar Rahmat Alam Semesta” dalam tindakan nyata. Ini menginspirasi umat Muslim untuk mengikuti jejaknya dalam berperilaku baik, dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.
- Contoh kasih sayang nabi
Diriwayatkan oleh imam Bukhari rahimahullah dan juga diriwayatkan oleh imam Muslim bahwa nabi SAW ketika lewat disatu jalan kemudian berpapasan dengan anak-anak kecil, nabi SAW senang mengucapkan salam kepada anak-anak kecil yang sedang bermain dijalanan dan nabi berhenti untuk mengusap kepala mereka dan wajah mereka. Nabi mengusap mereka satu per satu.
Anas bin malik Radiyallahu ‘anhu mengatakan “saya membersamai dan membantu nabi SAW 10 tahun lamanya. Nabi tidak pernah mengeluarkan kata-kata kotor bahkan nabi tidak pernah mengatakan menghardik atau mengungkit-ungkit”.
Imam Tirmidzi membukukan didalam satu kitab, yaitu dalam kajian asy-syama’i al-muhammadiyah bagaimana menjelaskan akhlak nabi, salah satunya sifat penyayang nabi SAW.
- Menebar Rahmat Alam semesta menurut perspektif tafsir
Dalam tafsir Al-Quran, konsep menebar rahmat dapat ditemukan dalam banyak ayat yang mengajak manusia untuk berlaku baik, berbuat baik kepada sesama, dan menjaga keseimbangan alam semesta. Salah satu ayat yang sering dikutip adalah Surah Ar-Rum (30:21),
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
Dari sudut pandang ini, menebar rahmat berarti berusaha untuk hidup dalam harmoni dengan alam semesta, menjaga keseimbangan ekologi, serta memberikan manfaat dan bantuan kepada sesama manusia. Ini juga melibatkan penanaman nilai-nilai seperti kebaikan, kedermawanan, dan kasih sayang dalam interaksi kita dengan makhluk lain dan alam semesta secara keseluruhan.Dalam konteks sosial, menebar rahmat dapat diwujudkan melalui perbuatan baik, berbagi pengetahuan, membantu yang membutuhkan, dan menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang. Ini juga mencakup pentingnya toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, dan perdamaian dalam hubungan antarindividu dan antarnegara.Menebar rahmat adalah panggilan untuk menjadi agen perubahan positif dalam dunia ini dan berkontribusi pada pembangunan spiritual dan sosial. Dengan cara ini, kita dapat mencapai pemahaman yang lebih dalam tentang peran kita dalam alam semesta yang begitu luas, sambil mematuhi ajaran agama dan nilai-nilai kemanusiaan.
- Kesimpulan
konsep “Menebar Rahmat Alam Semesta” yang terkandung dalam ajaran dan tindakan Nabi Muhammad SAW adalah pondasi moral dalam Islam. Ini mengingatkan umat Muslim akan tanggung jawab mereka terhadap alam semesta, makhluk hidup, dan sesama manusia. Dengan menghayati dan mengamalkan ajaran ini, umat Muslim dapat memainkan peran aktif dalam menciptakan dunia yang lebih baik, penuh dengan kasih sayang, kebaikan, dan keadilan.
Daftar Pustaka
Faza mahyaya (2017, Agustus 24) Menebar Rahmat Alam Semesta. [vidio]. Youtube. https://youtu.be/hbB_VYCfLw4?si=DZ5h9NEItWK88mCp
