PLEASE UPDATE YOUR BROWSER Skip to content
akhmadalim.com

akhmadalim.com

Official Website Dr. Akhmad Alim, M.A.

Menu
  • Beranda
  • Buah Karya
  • Kartu Nama
  • SINTA Kemdikbud
  • Google Scholar
Menu

LAUTAN HIKMAH | Dr.H.Akhmad Alim,M.A

Posted on 22 November 2023 by alim

  • PENDAHULUAN

Apa itu HIKMAH? Orang sering menyalahgunakan makna hikmah, masyarakat awam biasanya memaknai hikmah itu sebagai ilmu debus atau ilmu kebal. Tentunya pemehaman seperti ini sangat keliru dan menyimpan jauh dari kebenaran. Lalu apa hakikat “hikmah” yang benar?

 

  1. Teori Hikmah 

Para ulama tafsir membuat beberapa macam makna daripada hikmah,kalimat hikmah dengan berbagai macam bentuk kalimatnya, itu didalam Al-Qur;an disebutkan 210 kali. Jadi kalimat hikmah dalam Al-Qur’an itu 210 kali yang tersebar didalam 57 surat dan dalam 205 ayat. Jadi, banyak sekali kalimat hikmah itu disebutkan dalam Al-Qur’an.

  • Hikmah Dalam Perspektif Tafsir
  1. Al-Baqarah : 269

 

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

“Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)

 

Jadi Apa makna HIKMAH? Para ulama tafsir seperti imam Al Qurtubi Rohimahullah beliau menafsirkan makna hikmah itu adalah;

  1.  “Al ma’rifat fiddin”

Orang yang diberi hikmah itu artinya orang yang diberi pemahaman, pengetahuan tentang agamanya, tentang islam. Sebagian ulama yang lain mengatakan {Bil Qur’an}

 diberikan pengetahuan dimudahkan untuk paham Al-Qur’an. Itu namanya hikmah,karena orang tidak akan mungkin punya hikmah kalau tidak punya ilmu,tidak punya wawasan, tidak punya pengetahuan terhadap agama ini. Jadi kalau ingin mendapatkan hikmah maka belajarlah Al-Qur’an, belajarlah agama, karena Nabi SAW mengatakan “Siapa yang dikehendaki baik oleh Allah, maka dipahamkan terhadap urusan agamanya”jadi orang tidak mungkin bisa hikmah kalau tidah paham ilmunya, tidak paham agama, tidak pernah membaca Al-Qur’an maka tidak bisa. Karena hikmah tidak akan muncul tiba-tiba dan itu butuh proses.

Proses disini yang terpenting adalah dia harus berilmu dan paham agama, tanpa itu orang tidak akan pernah bisa berhikmah didalam kehidupannya. Jadi omong kosong kalau orang itu bisa hikmah tanpa agama, tidak mungkin. Orang tidak akan muncul jiwa hikmahnya didalam mendidik anak, mendidik istrinya, mendidik masyarakatnya bahkan mendidik dirinya sendiri kalau tidak punya ilmu agama itu tidak mungkin. Makanya ulama ketika menafsirkan hikmah disini yang dimaksud adalah “Al ma’rifah fiddin”. Ia memiliki pengetahuan ilmu terhadap agama ini artinya dia mau belajar,kalau orang itu mau belajar agama dan mau mengamalkannya itu telah diberi hikmah oleh Allah SWT.

  • Benarnya Ucapan Dan Perbuatannya

Makna hikmah yang kedua adalah”Benarnya ucapan dan perbuatannya” kalau orang itu diberikan oleh Allah kebenaran dalam lisan dan dalam perbuatannya berarti dia telah diberikan hikmah oleh Allah SWT. Bicaranya tidak akan asal bunyi tapi diukur/ditakar sesuai nggak dengan kletentuan aturan Allah. Demikian juga perbuatannya juga ditakar sesuai tidak dengan ketetapan Allah dan Rasulnya. Jadi dia dicocokkan oleh Allah SWT, perbuatannya dan perilakunya dengan kebenaran, ini namanya hikmah. Kalau orang itu lisannya asal bicara itu gak punya hikmah, perbuatannya tidak sesuai dengan ucapannya itu juga tidak juga punya hikmah.

Makanya Nabi SAW mengajarkan doa, dan doa ini diajarkan kepada sahabat Abu bakar As-Siddiq Ra, doa yang sangat terkenal yang biasa dibaca 

 

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا، وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ. ،وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً، وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.

‘’Ya Allah, tampakkanlah kepadaku kebenaran sebagai kebenaran dan kuatkanlah aku untuk mengikutinya serta tampakkanlah kepadaku kesalahan sebagai kesalahan dan kuatkan pula untuk menyingkirkannya.’‘ (HR Imam Ahmad).

  • Bisa Membedakan Mana Yang Hak Dan Yang Batil

Makna hikmah yang ketiga adalah orang yang hikmah itu ”Bisa membedakan mana yang hak dan mana yang batil”ketika orang itu betul-betul bertakwa kepada Allah SWT dia akan diberikan hikmah , kalau kita itu betul-betul serius didalam bertakwa kepada Allah SWT akan diberikan cahaya, dengan cahaya itu kita bisa berjalan diatas jalan Allah, dijalan kebenaran. Bisa membedakan mana yang gelap dan mana yang terang atau mana yang hak dan mana yang batil.karena kalau orang itu tidak ada hikmah dalam dirinya sehingga tidak bisa membedakan mana yang hak dan mana yang batil. Karena jiwa raganya dikuasai oleh kepentingan hawa nafsunya sehingga gelap tidak tau mana yang hak dan mana yang batil

  • Al Hilmu

Hilmu itu artinya lapang dada, tidak mudah marah tanpa sebab syar’i, mudah memaafkan, lapang dadanya karena kebenaran, diberikan kesabaran itu namanya al-hilmu. Ini adalah buah dari hikmah sebenarnya, kalau orang diberikan hikmah oleh Allah maka longgar dadanya tidak sempit dan tidak mudah putus asa,tidak mudah emosi tanpa sebab.

 

Dicontohkan oleh Nabi SAW. Suatu hari seorang badui datang kepada Rasullallah SAW, kita tau orang badui itu orang yang tidak berperadaban tidk pernah sekolah, tidak berpendidikan, orang yang tidak tau apa-apa selain unta dan padang pasir, tidak tau apa-apa makanya disebut arab badui. Datang kepada Nabi SAW tanpa permisi langsung kencing,banyak orang marah. Tetapi disini kita akan membahas bagaiman hikmahnya Nabi SAW disini bagaimana lapangnya dada Nabi SAW. Maka ketika Nabi SAW melihat sahabatnya marah dan ingin menghardik orang badui itu Nabi mengatakan biarkan dia, karena dibiarkan maka orang badui tadi itu menyelesaikan hajatnya baru ketika diselesaikan Nabi tidak langsung memarahi karena orang badui tidak tau apa-apa dia belum berilmu, dengan sikap hikmah Nabi dan lapang dadanya Nabi itu membuat sadar orang badui itu sehingga orang badui ini bisa menerima pesan dan nasihat Nabi.

 

Rasulullah SAW menasihati si Arab Badui dengan kata-kata yang lembut. Sabda Beliau SAW, “Sesungguhnya masjid ini tidak pantas untuk membuang benda najis atau kotoran. Masjid itu dibangun sebagai tempat untuk dzikir kepada Allah, sholat, dan membaca Alquran.” (HR Muslim).

 

Seperti itulah Nabi SAW sehingga melihat sifatnya Nabi SAW yang sangat bijak tadi,lapang tadi,hikmah tadi orang badui yang peradabannya yang jauh dari ilmu tadi ia baru tau bahwa masjid itu bukan tempat untuk kencing, ia baru tau kalo masjid itu tempat sholat, itu namanya hikmah. Sehingga orang badui itu brdoa “Ya Allah rahmati aku dan juga rahmati untuk  Muhammad SAW. Adapun yang lain jangan engkau rahmati” Dengan sifat hikmahnya Nabi SAW. Jadi dengan hikmah itu tentu lahir setelah orang itu berilmu setelah orang itu bisa membedakan mana yang hak dan mana yang batil. Setelah orang itu bisa lapang dadanya baru muncul sifat hikmah, dan hikmah ini penting ketika kita mendidik anak istri kita kalau tanpa hikmah hancur itu, makanya hikmah itu didahulukan sebelum orang menyampaikan nasehat sebelum orang itu berdebat, makanya Allah berfirman : An-Nahl : 125

 

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

 

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

 

Kemudian dalam cerita lain disebutkan bahwa Nabi SAW melihat laki-laki pake cincin mas, laki-laki tidak boleh pake cincin mas karena itu haram, mas itu hanya cocok untuk wanita, zaman sekarang banyak laki-laki pake cincin mas atau perak yang harganya sangat mahal, mas atau berlian itu dilarang untuk laki-laki,Nabi SAW marah, dan beliau marah pada tempatnya karena tidak dimarahi pada tempatnya  dia tidak sadar juga. Kemudian Nabi mengatakan”Diantara kalian ini ada orang yang sengaja mau megang bara dari  api neraka dan meletakkan bara dari api neraka tadi ditangannya atau atau dijari-jarinya”. Kemudian cincin laki-laki itu dicopot dan dibuang oleh Nabi SAW, setelah dibuang Nabi SAW pergi, salah seorang sahabat berkata kepada laki-laki yang barusan cincinnya dibuang oleh Nabi SAW. Sahabat mengatakan “ambillah cicinmu barangkali masih bisa dimanfaatkan”, kemudian laki-laki tadi mengatakan ”demi Allah tidak, aku tidak akan mengambil cincin yang sudah dibuang oleh Nabi” artinya dia sadar, terkadang hikmah itu juga dengan ketegasan. Hikmah itu tegas pada tempatnya dan juga lembut pada tempatnya, meletakkan sesuatu itu pada tematnya itu namanya hikmah. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi tadi, ketika beliau mencopot cincin emas ditangan seorang laki-laki karena laki-laki tidak boleh menggunakan cincin. Jadi hikmah itu salah satu maknanya itu meletakkan sesuatu pada tempatnya,tegas pada tempatnya,lembut pada tempatnya itu juga disebut hikmah.

  • At-Ta’anni

Ta’anni itu artinya bertahap, jadi tidak semuanya disampaikan sekaligus dan diwajibkan tidak, itu butuh proses hikmah itu adalah proses pentahapan dan memang fitrah manusia atau alam ini adalah ta’anni tadi yaitu bertahap asalnya dia kecil, tumbuh besar,dewasa,tua lagi itu proses, semuanya adalah proses pentahapan sehingga hikmah itu adalah proses pentahapan menuju kesempurnaan itu hikmah dalam segala hal. Pengharaman khamar itu juga bertahap pengharaman riba bertahap, pensyari’atan zakat itu juga bertahap. Jadi zakat dulu itu, zakat ketika dimekah itu hanya sederhana ayatnya. Dulu pertama ketika dimekah itu kalau orang panen kurma atau anggur keluarkanlah sebagian tanpa disebutkan berapa persennya. Orang mengeluarkan berapa saja cukup,dia telah menzakati hartanya. Kemudian baru periode kedua disebutkan berapa nisobnya  baru yang terakhir itu pun pentahapannya sampai tahun 9 hijriyah, jadi menjelang Nabi wafat baru dijelaskan secara mendetail berapa persennya, jadi hampir semua syari’at itu bertahap puasa pun bertahap,sholat pun bertahap ketika dimekah sholat itu hanya dua rakaat  dan tidak ada empat rakaat, empat rakaat itu ketika dimadinah, jadi semuanya bertahap. Melakukan pentahapan ketika proses pedidikan,proses pembimbingan dakwah dan seterusnya mengajak orang itu namanya hikmah.

  • Ad-Yanah

 

Adyanah itu artinya menjaga syi’ar keislaman, seseorang tidak mungkin punya himah dalam dirinya kalau dia tidak menghidupkan syi’ar keislamannya seperti menjaga sholat sunnah,menjaga puasa sunnah, menjaga sedekah, jadi hal-hal yang sifatnya sunnah itu harus dijaga karena didalam Al-Qur’an hikmah itu juga artinya As-sunnah. Sehingga orang yang ingin mendapatkan hikmah hendaklah menjaga syi’ar-syi’ar agama, menjaga sunnah-sunnah yang diajarkan oleh Nabi SAW. Dengan menjaga syi’ar agama dan syi’ar keislaman pasti akan diberikan hikmah oleh Allah SWT didalam kehidupannya, itu namanya Adyanah.menjaga syi’ar-syi’ar agama akan diberikan hikmah oleh Allah SWT. Makanya jika ingin mendapatkan hikmah maka jagalah syi’ar-syi’ar agama dan hidupkanlah sunnah-sunnah Nabi SAW, hidupkanlah ajaran-ajaran Nabi SAW pasti akan dibimbing oleh Allah, makanya ulama-ulama dahulu itu diberikan hikmah oleh Allah SWT didalam ilmunya,didalam kehidupannya. Itulah ulama-ulama zaman dulu tidak ada masalah yang tidak selesai karena dibimbing oleh Allah SWT. Bahkan para ulama-ulama fikih zaman dulu itu masalah yang belum muncul sudah dibahas dan sudah diselesaikan masalah itu.

 

Imam Abu Hhanifah Rahimahullah pernah membahas bersama murid-muridnya, membahas suatu masalah bagaimana hukum orang sholat membawa sekantong kotoran, mungkin zaman itu tidak terjadi dan murid-muridnya mengatakan, mana ada tuan guru, sholatkan harus bersih dan suci dari najis atau kotoran, barangkali kalau terjadi bagaimana hukumnya?. Maka dijawab, hukumnya sah selama kantungnya tidak bocor, dikiaskan oleh perut kita kan perut kita isinya kotoran semua, kalau bocor kedepan atau kebelakang batalkan wudhunya. Makanya hikmah itu luar biasa, hikmah itu sangat penting di dalam kehidupan kita dan hikmah inilah yang di praktekkan oleh Nabi SAW didalam seluruh kehidupan beliau. Dalam semua aktivitas Nabi SAW selalu mendahulukan hikmah sehingga diceritakan hikmahnya Nabi itu dijuluki sebagai guru yang terbaik didalam kehidupan, hal itu dikatakan oleh muawiyyah bin hakam itu ketika pertama kali dia masuk islam dia belum tau tata cara sholat, jadi dia ikut sholat aja. Ketika ada orang bersin ia teringat kalau orang bersin itu didoakan jadi ditengah solat-sholat dia bicara itu,kan gak boleh itu sehingga di dipelototin oleh jamaah-jamaah sholat yang lainnya, itu hamper berantam itu dalam sholat. Ketika selesai sholat Nabi SAW mendamaikan dan melerai orang-orang yang sedang emosi tadi, dengan penuh hikmah Mengatakan”sholat itu ga boleh berantem ga boleh ngomong ini ngomong itu, sholat itu hanya untuk tasbih,takbir,baca Qur’an, beliau menjelaskannya dengan penuh hikmah, dijelaskan satu persatu oleh Nabi SAW. Sehingga muawiyyah bin hakam mengatakan”saya tidak pernah melihat sosok guru yang terbaik sebelum dan sesudahnya selain Nabi SAW. Oleh karena itu hikmah ini memudahkan untuk belajar dan memudahkan orang lain untuk menjemput hidayahnya.

Oleh karena itu kita harus memiliki kompetensi hikmah, setiap kita seorang muslim dengan hikmah ini kita bisa menyadarkan keluarga,dengan hikmah ini kita bisa mendidik anak, dengan hikmah ini kita bisa mendidik istri,juga mendidik masyarakat, berdakwah,menyadarkan teman dan orang lain.keputusan yang penuh himah juga akan menguntungkan rakyat,kebijakan yang penuh hikmah.maka ketika hikmah itu hilang dalam kehidupan maka matilah kehidupan karena hikmah itu ruh kehidupan, tanpa hikmah bagaimana orang bisa hidup,tanpa hikmah bagaimana orang bisa menjemput hidayah, maka wajar Allah berfirman.

 

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

“Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). QS. Al-Baqarah : 269

  • Kesimpulan

Allah memberi hikmah pada siapa yang dikehendakinya,dan siapa saja yang diberikan hikmah didalam kehidupannya maka dia telah diberikan bagian terbesardalam kehidupannya. Maka bagian terbesar dalam kehidupan kita itu bukan uang,bukan rumah,bukan kendaraan mewah tapi HIKMAH. 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

https://youtu.be/hCRQgNzw0NY?si=IpM-ilVf2rhPZfLi

Terkait

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Kekerasan Verbal dalam Keluarga dan Parenting Positif dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis | Akhmad Alim
  • Pendidikan Berbasis Maḥabbah al-Rasūl: Telaah Pedagogis Kitab Al-Syifā’ Karya Qāḍī ‘Iyāḍ | Dr.H.Akhmad Alim,MA
  • KETIKA GAGAL MENJADI JALAN MENUJU KEBERHASILAN Seni Bangkit, Bersabar, dan Berbaik Sangka kepada Allah | Dr. Akhmad Alim, M.A.
  • ADAB BICARA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN: KAJIAN TAFSIR TEMATIK TERHADAP KONSEP QAULAN | Dr. KH. Akhmad Alim, MA
  • INTERNALISASI ADAB DALAM PANGGILAN KEPADA NABI MUHAMMAD ﷺ: KAJIAN TAFSIR TEMATIK ATAS YĀ AYYUHAN-NABĪ DAN YĀ AYYUHAR-RASŪL | Dr. KH. Akhmad Alim, MA

Komentar Terbaru

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Arsip

  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Agustus 2024
  • Maret 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Januari 2023
  • Januari 2022

Kategori

  • Artikel-lepas
  • Kutbah
  • Makalah Ilmu
  • PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
  • Rubik Konsultasi
  • Tafsir
  • Tazkiyatun Nufus
  • ulumul quran
  • Video Kajian
© 2026 akhmadalim.com | Powered by Superbs Personal Blog theme