Iftitah
اَ لسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ا للهِ وَبَرَكَاتُهْ
اَلله ُاَكْبَرْ , 9x
.لَااِلَهَ اِلَّااللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ، اَللهُ اَكْبَرْوَلِلَّهِ الْحَمْدُ، اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. لَااِلَهَ اِلَّااللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَعَبْدَهُ وَاَعَزَّجُنْدَهُ وَهَزَمَ الْاَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَااِلَهَ اِلَّااللهُ وَلَانَعْبُدُ اِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنِ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
- الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ إِقْرَارًا بِهِ وَتَوْحِيْدًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا مَزِيْدًا؛
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
- يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ:
Allahu Akbar 3 X Walillahil Hamd
Ma’asyiral Muslimin Rahima kumullah.
Pada pagi hari ini, cuaca terasa sangat cerah. Secerah hati kita ini yang sedang berbahagia. Kita bahagia, karena pada saat ini kita berada pada hari yang agung, pada hari ini Allah Azza Wa Jalla memperlihatkan kemulyaan dan keagungannya, dimana seluruh umat TAUHID di segenap penjuru dunia, bersedia untuk bangkit secara serentak menggemakan dan mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid.
… وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ{البقرة : 185}
Artinya : “…dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. al-Baqarah : 185)
Pengumandangan tersebut merupakan realisasi rasa syukur, sebagai ungkapan kesadaran, kalimat keyakinan, serta merupakan panji-panji kemenangan dan kejayaan umat Islam.
Allahu Akbar 3 x Walillahil Hamd
Ma’asyiral Muslimin Rahima kumullah
Baru saja kita menyelesaiakan bimbingan ruhani selama sebulan penuh dalam bulan Ramadhan. Pada bulan Ramadhan itu, kwalitas keimanan kita diuji, dievaluasi, kemudian direvisi untuk dijadikan tolok ukur sejauh mana kuwalitas ketaqwaan kita. Apakah dengan puasa Ramadhan, kita mampu menahan ambisi yang tidak terpuji. Apakah dengan puasa Ramadhan, kita mampu mengendalikan angkara murka yang merugikan bangsa ini. Apakah dengan puasa Ramadhan, kita mampu menyingkirkan kebencian dan rasa dendam diantara sesama kita. Apakah dengan puasa Ramadhan, kita mampu menjauhkan diri dari adu domba dan provokasi massa. Atau, justeru malah sebaliknya. Sehingga ibadah puasanya tidak membekas sama sekali pada kehidupan sehari-hari.
Dengan selesainya bimbingan ramadhan tersebut, diharapkan kita menyandang kembali gelar taqwa (laallakum tattaqun). Dengan taqwa tersebut, hubungan vertikal kita kepada Allah semakin membaik, demikian juga hubungan sosial kemanusian kita semakin harmonis. Sehingga kita mampu menciptakan kehidupan yang damai, aman, tentram dan mendapat ridha Allah, serta kembali pada fitrah kemanusiaan kita yang hakiki.
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (30)
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah. Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS. Ar Ruum: 30)
Allahu Akbar 3 x Walillahil Hamd
Ma’asyiral Muslimin Rahima Kumullah.
Kita harus menyadari bahwa memaknai idul fitri bukan hanya sekedar berhenti pada baju baru, warna warni snack yang berlimpah ataupun tradisi mudik sebagaimana terjadi pada kebanyakan orang, akan tetapi hakikat idul fitri adalah kita kembali menemukan fitrah kemanusiaan kita, kesucian jiwa kita, kembali meluruskan niat kita, sehingga pasca berhari raya idul fitri keimanan kita semakin baik kualitasnya dan semakin jelas arah tujuan kehidupan kita, yaitu menuju ridha Allah swt,
ليس العيد من لباسه جديد # ولكن العيد من طاعته تزيد
Tidaklah disebut merakan Id bagi orang yang berbaju baru, tetapi merayakan Id adalah bagi orang yang ketaatannya bertambah baru.
Allahu Akbar 3 x Walillahil Hamd
Ma’asyiral Muslimin Rahima Kumullah.
Manusia dilahirkan ke muka bumi ini dalam keadaan fitrah. Fitrah dalam arti suci dari segala macam bentuk kesyirikan, bersih dari segala noda dosa, dan bebas dari segala belenggu hawa nafsu. Sehingga pada hakikatnya manusia terlahir dalam keadaan bertauhid kepada Allah swt.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّهُ كَانَ يَقُوْلُ:قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : مَا مِنْ مَوْلُوْدٍ إِلاَّ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ. فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ.
Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi seorang Yahudi, seorang Nasrani maupun seorang Majusi.
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا
Dan ingatlah, ketika Tuhanmu mengambil sumpah dari anak adam dan mempersaksikan atas diri mereka, bukankah aku tuhan kalian, mereka menjawab, benar, kami bersaksi. (QS.Al-A’rof : 172)
Adapun manusia berpaling dari fitrahnya, adalah disebabkan oleh pengaruh syetan dan hawa nafsu
وَإِنِّى خَلَقْتُ عِبَادِى حُنَفَاءَ كُلَّهُمْ وَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمُ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِينِهِمْ وَحَرَّمَتْ عَلَيْهِمْ مَا أَحْلَلْتُ لَهُمْ وَأَمَرَتْهُمْ أَنْ يُشْرِكُوا بِى مَا لَمْ أُنْزِلْ بِهِ سُلْطَانًا
“Sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hambaKu dalam keadaan hunafa’ (islam) semuanya, kemudian syetan memalingkan mereka dari agama mereka, dan mengharamkan atas mereka apa yang Aku halalkan, dan memerintahkan mereka untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak Aku turunkan keterangannya” (HR. Muslim no. 2865)
Allahu Akbar 3 x Walillahil Hamd
Ma’asyiral Muslimin Rahima Kumullah.
Untuk melestarikan agar kita tetap dalam keadaan fitrah, maka paling tidak, ada tiga kunci yang harus kita miliki dan kita laksanakan dalam hidup ini.
Yang pertama, TAZKIYATUN NAFS, yaitu dengan mensucikan jiwa dari segala kotoran hawa nafsu yang membelenggunya.
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا. فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا. قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا. وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwa itu dan merugilah orang-orang yang mengotorinya” (QS. Asy Syams [91]:8-10).
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى (14) وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى (15)
Sesungguhnya Beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu ia bersembahyang.
Hawa nafsu selalu memerintahkan manusia pada sesuatu yang diinginkan, walaupun keinginan itu, tidak sesuai dengan apa yang diridhai oleh Allah.
لَوْ أَنَّ لإِبْنِ آدَامَ وَادِياً مِنْ ذَهَبٍ لأَحَبَّ أَنْ يَكُوْنَ لَهُ وَادِياَنِ وَلَنْ يَمْلأَ فاَهُ إِلاَّ التُّرَابُ وَيَتُوْبُ اللهُ عَلَى مَنْ تاَبَ
“Jika anak Adam memiliki satu lembah emas dia akan mencari agar menjadi dua lembah dan tidak ada yang akan menutup mulutnya melainkan tanah. Dan Allah menerima taubat orang yang bertaubat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim no. 1049)
Oleh karena itu, keinginan hawa nafsu harus dikendalikan, sebab jika tidak, maka sudah dapat dipastikan, manusia akan terjatuh dalam jurang kehancuran.
مَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لأمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلا مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Dan Aku tidak membiarkan diriku dari jeratan nafsu, karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang.” (QS. Yusuf :53)
Allahu Akbar 3 x Walillahil Hamd
Ma’asyiral Muslimin Rahima Kumullah
Setelah kita mampu mengosongkan jiwa kita dari kemaksiatan, dan mampu mensucikannya dari segala hal yang mengotorinya, maka langkah yang kedua, adalah dengan mengisinya dan menghiasinya dengan amal shaleh. Yang dimaksud amal sholeh disini, adalah kita melakukan segala apa yang dicintai dan diridhai oleh Allah swt, baik yang sifatnya vertikal, yaitu hubungan langsung dengan Allah seperti shalat, maupun amal shaleh yang sifatnya sosial kemasyarakatan, seperti infaq. Sehingga tercapai kesalihan individual dan sekaligus kesalihan sosial. Artinya ibadah yang kita lakukan tidak hanya berhenti pada ruku sujud semata, akan tetapi ruku sujud kita harus berdimensi sosial, yang diaktualisasikan, diwujudkan dalam bentuk sikap terpuji dan akhlak mulia, sehingga orang yang yang sudah melakukan shalat dan puasa adalah orang yang dermawan, responsif terhadap kemiskinan, gemar menyantuni anak yatim, cepat tanggap dalam aksi sosial lainnya, dengan demikian semua itu akan membawa perubahan individu, masyarakat, bangsa dan negara kearah yang lebih baik.
Karena orang yang beribadah, ruku sujud, tetapi tidak membawa perubahan sosial, itu artinya ia telah mendustakan agama.
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ﴿١﴾فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ﴿٢﴾وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ﴿٣﴾فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ﴿٤﴾الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ﴿٥﴾الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ﴿٦﴾وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ﴿٧﴾
- Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,3. Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,6. Orang-orang yang berbuat riya,7. Dan enggan (menolong dengan) barang berguna
Allahu Akbar 3 x Walillahil Hamd
Ma’asyiral Muslimin Rahima Kumullah
Yang ketiga, membiasakan diri untuk senantiasa mendengarkan nasehat. Dengan nasehat ini, jiwa kita akan senantiasa tergugah untuk melaksanakan panggilan Allah, dengan nasehat ini jiwa kita akan menjadi lembut, dengan nasehat ini jiwa kita akan kembali menemukan jati dirinya. Dengan demikian kesucian jiwa kita akan senantiasa terjaga.
Allah SWT berfirman:
وَالْعَصْرِ.إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
”Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih serta nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al Ashr [103]:2-3).
KHUTBAH II
اللهُ اَكْبَرُ, اللهُ اَكْبَرُ, اللهُ اَكْبَرُ, اللهُ اَكْبَرُ, اللهُ اَكْبَرُ, اللهُ اَكْبَرُ, اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرا, وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرا, وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَاَصِيْلاً, لآاِلهَ اِلاَّ الله, اللهُ اَكْبَرُ. اللهُ اَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ
الحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلاَ اَنْ هَدَانَا الله, اَشْـهَدُ اَنَّ لآِاله اِلاَّ الله وحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ, وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمُ عَلَـى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَـابِهِ وَمَنْ وَلاَهُ,
اَمَّا بَعْدُ, فَيآيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا الله. اَنَّ الله اَمَرَكُمْ بِأَمْرِ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنىَ ِبمَلآئِكَتِهِ. فقال الله تعـالى: اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَِّبي يَآيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمَـا.
اَللَّهُـمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَـاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَـاتِ الاَحْيَـاء مِنْهُمْ وِالاَمْوَاتِ, اِنَّـكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَقَـاضِي الْحَاجَـاتِ.
اَللّهُمَّ أَرِنَا الحََقَّ حَقًّا وَرْزُقْنَا اتِبَاعَهُ . أَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَرْزُقْنَا اجْتِنَا بَهُ
رَبَّنَا لاَتُـؤَاخِذْنَا اِن نَسِيْـنَا اَوْ اَخْطَأْنَا, رَبَّنَا وَلاَتَحْمِـلْ عَلَيْنَا اِصْرًا كَمَا حَمَـلْتَهُ عَلَى الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَـا, رَبَّنَا وَلاَتُحَمِّلْنَـا مَالاَ طَـاقَةَ لَنَا بِهِ, وَاعْفُ عَنَّا وَاْغْفِرْ لَنَـا وَارْحَمْنَا, اَنْتَ مَوْلاَنَا فَـانْصُرْنَا عَلىَ الْقَوْمِ الْكَـافِرِيْن.
اللّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَقِرَآءتِنَا وَرُكُوعَنَا وَسُجُودَنَا وَقُعُودَنَا وَتَسْبِيْحَنَا وتَهْلِيْلَنَا وَتَضَرُّ عَنَا وَتَخَشُّعَنَا يا أَرْحَمَ الرَّحمِينَ
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ
“Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami. Perbaiki dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami. Perbaikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.”
اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا
“Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini. Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selama kami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.”
اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى طَاعَتِكَ وَاهْدِهِمْ سَوَاءَ السَّبِيْلِ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْهُمْ الْفِتَنَ مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَابَطَنَ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Ya Allah, berikanlah taufik kepada pemimpin kami untuk menempuh jalan yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Ya Allah, bantulah meraka dalam melakukan ketaatan kepada-Mu dan berilah mereka petunjuk ke jalan yang lurus. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari setiap fitnah dan masalah, baik yang tampak jelas maupun yang tersembunyi. Sesungguhnya, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”
اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِيْ أَوْطَانِنَا وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيْ مَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا لِهُدَاكَ وَاجْعَلْ عَمَلَهُ فِيْ رِضَاكَ، وَارْزُقْهُ الْبِطَانَةَ الصَّالِحَةَ النَاصِحَةَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
“Ya Allah, berilah kami keamanan di negeri kami, jadikanlah pemimpin kami dan penguasa kami orang yang baik. Jadikanlah loyalitas kami untuk orang yang takut kepada-Mu, bertakwa kepada-Mu, dan mengikuti ridha-Mu, yaa Rabbal ‘alamin. Ya Allah, berikanlah taufik kepada pemimpin kami untuk menempuh jalan petunjuk-Mu, jadikanlah sikap dan perbuatan mereka sesuai ridha-Mu, dan berikanlah teman dekat yang baik untuk mereka, yaa Rabbal ‘alamin.”
رَبَّنَا اَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَة وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَة وَقِنَا عَذَابَ النَّـار. سبحان ربك رب العزة عمايصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين.
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

