IDENTITAS MATA KULIAH
- Program Studi : Kesehatan Masyarakat
- Matakuliah/Kode MT : STI 4 – IDI FKes, Islamisasi Ilmu Kesehatan
- Semester/ SKS : Ganjil/ 2SKS
- Dosen Pengampu : H.Akhmad Alim,M.A
- DESKRIPSI MATA KULIAH
Pada dasarnya ilmu kesehatan sifatnya umum dan berlaku secara universal. Akan tetapi, di dalamnya ada yang Islami, yaitu yang sejalan dengan syariat Islam atau tidak berlawanan dengannya. Ada pula yang tidak Islami, yaitu yang tidak sejalan dengan syariat atau berlawanan dengannya.
Ilmu kesehatan Islam lebih menekankan pada ilmu yang model dasar, konsep, nilai, dan prosedur-prosedurnya sesuai atau tidak berlawanan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sifatnya pun universal, mencakup semua aspek, dan fleksibel. Selain itu, kesehatan Islam memiliki ciri-ciri khusus, jika dibandingkan dengan kesehatan umum. Ia lebih menekankan pada aspek pencegahan(preventif) dari pada pengobatan (kuratif). Demikian juga, ilmu kesehatan Islam berbasis pada penelitian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik, bukan didasarkan pada khurafat, bid’ah, takhayul, sebagaimana yang diperaktekkan para kahin (dukun). Lebih dari itu, ilmu kesehatan Islam bersifat integrated dan holistis, yakni ilmu kesehatan yang didasarkan pada pandangan, bahwa penyebab terjadinya penyakit bukan hanya disebabkan karena hubungan yang tidak baik dengan alam (makanan, minuman, tempat tinggal, pola hidup dan lainnya yang tidak baik), melainkan juga dapat disebabkan karena hubungan yang tidak baik dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan dengan sesama manusia. Dengan dasar ini, maka ilmu kesehatan Islam mengupayakan penyembuhan penyakit melalui tiga macam hubungan tersebut secara harmonis.
Munculnya ilmu kesehatan Islam ini, merupakan hasil sebuah kritik Islami dan reformulasi paradigma dasar,dari ilmu kesehatan sekuler. Proses perubahan konseptual ini, harus mencakup objektivitas (Istiqamah), ketidak berpihakkan (no hawa),kebenaran (haqq), memandang alam semesta dari sudut pandang holistik, harmoni dan koordinasi (tauhid), pencarian hubungan sebab akibat (sunnah Allah fi al kaun al insan), kemanfaatan (ilmu nafi), mengejar keunggulan (ihsan).
Hasil akhir dari proses Islamisasi ilmu kesehatan ini, akan membawa kemaslahatan dan manfaat, serta rahmat bagi seluruh alam. Tidak hanya bermanfaat bagi umat Islam saja, tetapi juga bagi seluruh umat manusia, karena Islam merupakan sebuah tata nilai yang universal dan objektif.
- CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN
Diharapkan Mahasiswa mampu melakukan analisis kritis terhadap konsep ilmu kesehatan Barat dan membangun pemahaman tentang konsep ilmu kesehatan perspektif Islam, serta mampu melakukan Islamisasi, kemudian mengimplementasikannya dalam ilmu kesehatan kontemporer.
- BAHAN KAJIAN
BAB I KONSEP ILMU
BAB II : INTEGRASI AKAL DAN WAHYU
BAB III : INTEGRASI ILMU DAN ADAB
BAB IV : SAINS ISLAM
BAB V : ILMU DAN PERADABAN
BAB VI :ISLAMISASI ILMU DAN MASYARAKAT
BAB VII : ILMU KESEHATAN ISLAM
BAB VIII : PERSONAL HIGIENE
BAB IX : KESEHATAN LINGKUNGAN
BAB X : KESEHATAN NUTRISI
BAB XI : KESEHATAN REPRODUKSI
BAB XII : RUQYAH DAN KESEHATAN
BAB XIII TENAGA KESEHATAN RABBANI
BAB XIV : AYAT DAN HADIST KESEHATAN
- FRAMEWORK ISLAMISASI ILMU KESEHATAN
- KRITERIA PENILAIAN
- Komposisi nilai
|
|
Kehadiran | 10 % |
|
|
Tugas | 15 % |
|
|
UTS | 25 % |
|
|
UAS | 50 % |
| Total | 100 % |
- Interval Nilai
| NO | SKALA SKOR | NILAI HURUF | NILAI ANGKA | KUALIFIKASI |
| 1. | > 83 – 100 | A | 4 | Sangat Memuaskan |
| 2. | > 76 – < 83 | AB | 3,5 | Memuaskan |
| 3. | > 69 – < 76 | B | 3 | Baik |
| 4. | > 62 – < 69 | BC | 2,5 | Lebih dari cukup |
| 5. | > 55 – < 62 | C | 2 | Cukup |
| 6. | > 48 – < 55 | CD | 1,5 | Kurang dari cukup |
| 7 | > 41 – < 48 | D | 1 | Kurang |
| 8. | < 41 | E | 0 | Tidak Lulus |
- DAFTAR PUSTAKA
Al Quran & Hadist
Khalid bin Abdurrahman, Pengobatan Alternatif dalam Islam, Penerjemah: Farizal Tarmizi, Jakarta: Pustaka Azzam, 2000.
Omar Hasan Kasule, Konsep Ilmu Kedokteran Islam, Makalah Diperesentasikan dalam Seminar di Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), pada Bulan Januari 2009.
Soekidjo Notoatmodjo, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prinsip-Prinsip Dasar, Cetakan Kedua, Jakarta : Rineka Cipta,2003.
Syauqi Al-Fanjari, Nilai Kesehatan dalam Syari’at Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 1996.
Ibn Majah, Sunan Ibn Majah, Beirut: Dar al-Fikr, 1995.
Hamid Fahmy Zarkasyi, Akar Kebudayaan Barat, Jurnal ISLAMIA, Jakarta : INSISTS, Vol:III.
Hamid Fahmi Zarkasy, Membangun Peradaban Dengan Ilmu, Depok: Kalam Ilmu Indonesia, 2010.
Hamid Fahmy Zarkasyi, Worldview sebagai Asas Epistemologi Islam dalamMajalah Pemikiran dan Peradaban Islam Islamia, Thn. II No. 5, April-Juni 2005.
Abu Isa al-Tirmidzi, Sunan Al-Tirmidzi, Beirut: Dar al-Fikr, 1994.
Abuddin Nata, Studi Islam Komrehensif, Jakarta: Kencana, 2011.
Adian Husaini, Jatuh Bangunya Peradaban, http://www.insistnet.com
Adnin Armas, Westernisasi dan Islamisasi Ilmu, Depok: Makalah disampaikan dalam acara “Diskusi Pekanan DISC Masjid UI” April 2009.
al-Ghazali, Ihyâ` ‘Ulûm al-Dîn, Mesir: Maktabah Mesir, 1998.
Alparslan Acikgenc, Islamic Science: Toward A Definition. Kuala Lumpur: ISTAC. 1996.
Al-Suythí, al-Jâmi’ al- Shaghír fí Ahâdís al-Basyír al-Nazír Cet. I; al-Qâhirah: Dâr al-Fikr, t.th.
AM Saefuddin, Islamisasi Sains dan Kampus, Jakarta:PPA Consultant, 2010
Adnin Armas, Westernisasi dan Islamisasi Ilmu, Depok: Makalah disampaikan dalam acara “Diskusi Pekanan DISC Masjid UI” April 2009.
Bogor, ………………..
Mengetahui Dosen Ybs,
Dekan
