Abstrak
Salah satu upaya agar amalan keburukan kita dapat diampunkan oleh Allah SWT adalah melalui sarana beristighfar,karena beristighfar ini adalah salah satu amalan paling jitu untuk menggapai ampunan Allah SWT. Kita sebagai manusia tidak ada yang sempurna,banyak dosa,walau kita sudah sebaik mungkin untuk menghambakan diri kepada Allah SWT,karena manusia tempatnya lupa dan salah maka dari itu kita harus banyak banyak beristighfar, banyak sekali ayat ayat yang membincangkan masalah istighfar ini,seakan akan disana ada satu pesan itu ada solusi dari semua problematika kehidupan manusia itu sendiri dalam semua dari individu sampai jamaah.padahal di dalam alquran dijelaskan bahwa manusia hidupnya tak tenang ,gelisah,supaya keluar dari masalah itu hendaklah beristighfar.
Keywords: Istighfar,Taubat,Rahmat,Taat,Keliru
A.Pendahuluan
Istighfar menurut bahasa berarti “ maghfirah” adalah ampunan yang diberika allah swt, dan secara istilah berarti memohon ampun. Ampunan bukan hanya untuk menghapuskan dosa akan tetapi sebagai pemeliharaan dari kejahatan dan dosa.menurut al-raghib al-asfahani kata istighfar adalah meminta mapun dengan ucapan dan perbuatan,karena apabila istighfar hanya istighfar hanya sekedar ucapan saja tanpa diiringi perbuatan yang baik,maka hal tersebut termasuk pekerjaan pendusta.Dengan demikian istighfar ialah suatu perkara istimewa yang di anugrahkan oleh allah swt kepada hama hambanya.supaya manusia termotivasi ke jalan yang benar dan kembali kepada-Nya.istighfar juga dapat mendatangkan kebikan dan mencegah kejahatan di dunia maupun di akhirat bagi manusia .
Dari jaman turun temurun nabi ke nabi atau rasul ke rasul mereka tidak lepas dari membawa risalah istighfar ini atau pesan istighfar, nabi nuh juga di perintahkan oleh Allah SWT untuk supaya kaumnya “bersitighfarlah kalian ,sesungguhnya allah maha pengampun” tatkala allah sudah mengampuni hambanya,maka hajat dari seorang hamba itu akan terpenuhi oleh allah SWT.makanya kalo ada orang yang sudah bersih dari dosa apapun yang dia kehendaki maka akan didengar oleh Allah SWT.
Ampunan Allah SWT itu wujudnya selain dosa dosa dihapuskan,Adapun wujud yang lain yaitu kebahagiaan ,kebahagiaan itu terkadang susah atau sulit digambarkan dengan kata kata atau pun tulisan atau diukur dengan harta materi terkadang tidak bisa digambarkan karena hanya dia yang tahu rasanya Bahagia itu ,disebabkan karena banyaknya beristighfar artinya kalau kita ingin sebarapa besar kebahagiaan yang ingin kita dapatkan maka seberapa besar pula istighfar yang kita lakukan, karena kalau kepingin bahagia yang banyak maka yang banyak juga beristighfarnya ,kalua hanya kepingin bahagianya sedikit maka sedikit aja beristighfarnya.
B.Teori the power of istighfar
Porsi istighfar harus ditambah semakin banyak dalam kehidupan,karena dengan semakin menambah banyak semakin Bahagia hidup,seorang nabi yang dijamin doanya akan terampunkan selesai yang lalu,bahkan dosa yang belum dikerjakan atau hari yang mendatang sudah diampunkan oleh allah ,walaupun demikian nabi masih beristighfar,bahkan dalam satu majlis nabii masih beristighfar seratus kali,dalam suatu Riwayat tujuh puluh sampai seratus kali artinya nabi melakukan banyak melakukan istighfar.
Fungsi istighfar itu fungsinya tidak hanya untuk menghapus dosa dosa, tapi istighfar juga untuk menaikkan derajat seseorang dihadapan allah, makanya kalau kita sesudah shalat memadukan beramal sholeh tetapi kenapa selepas shalat kita membaca istighfar kenapa itu dilakukan setelah shalat ,orang shalat dia beristighfar lagi,Nah itulah salau satu rahasianya yang jadi bahwa istighfar itu tidak hanya melulu Ketika orang melakukan suatu ketaatan.
Nah salah satu hikmah nya adalah bagaimana seseorang itu bisa semakin meninggi,naik levelnya dihapan Allah SWT dan bisa jadi pula Ketika manusia melakukan ketaatan dia bukan sedang melakukan dosa,dia sedang melawan ketaatan bisa jadi ketika ditengah tengah dalam proses yang dia melakukan suatu ketaatan masih saja ada kekurangannya.
- Istigfar menurut perspektif tafsir tematik
Didalan kajian tafsir tematik ustadz alim menyebutkan ada beberapa ayat yang bersangkutan dengan beristighfar yaitu :
- Surat An-Nisa Ayat 106
وَٱسْتَغْفِرِ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا
“Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.An-Nisa ayat 106)
- Surat An-Nisa Ayat 110
وَمَن يَعْمَلْ سُوٓءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُۥ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ ٱللَّهَ يَجِدِ ٱللَّهَ غَفُورًا رَّحِيمًا
“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS An-Nisa ayat 110)
Dijelaskan manusia tidak lepas dari dosa dan kesalahan jangan bosan untuk beristighfar,walaupun masih berbuat dosa maka tetaplah beristighfar .
- Surat Hud Ayat 90
وَٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّى رَحِيمٌ وَدُودٌ
“Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.” (QS.Hud ayat 90)
Dijelaskan bahwa antara taubat dan istighfar itu tidak dapat di pisahkan ,karena taubat tidak akan sempurna kalau tidak adanya istighfar,kalau kalian sudah beristighfar dalam rangka bertaubat minta ampun dari segala dosa tadi maka Allah SWT akan memberikan penghidupan yang kehidupan pada kalian yang hasanah di dunia dan di akhirat.
Kehidupan hasanah itu tadi prasyarat nya yaitu istighfar ,kalau kalian istighfar banyak banyak istighfar kemudian kalian jadikan itu sebagai sarana untuk bertaubat kepada Allah SWT.kalau itu menjadi sebab budaya kebiasaan yang dilakukan setiap hari,maka jaminan allah. hidup yang hasanah kadang orang itu mengejar kehidupan Bahagia itu pendekatannya keliru menganggap ukuran bahagia.
Tolak ukur Bahagia menganggap ukuran bahagia sekedar materi sehingga di haruskan berkarir sampai puncak karir,itu ternyata ada sesuatu yang kosong dia tidak dapat jumpa tentang rasa Bahagia,kenapa itu terjadi,karena kekosongan itu tidak diisi karena keliru resepsi atau paradigma berfikirnya lama bahwa kebahagiaan itu hanya sifat nya materialistic dan itu suatu kesalahan ,ada kebahagiaan yang memang sifatnya abadi yaitu Istighfar.
- Surat An-Naml Ayat 46
قَالَ يَٰقَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِٱلسَّيِّئَةِ قَبْلَ ٱلْحَسَنَة ِ ۖ لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Dia berkata: “Hai kaumku mengapa kamu meminta disegerakan keburukan sebelum (kamu meminta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat”.”(QS. An-Naml ayat 46)
Dijelaskan maka apabila kalau Rahmat datang keberkahan juga datang,maka azab atau laknat itu hilang ,nah untuk mengundang rahmat bisa dengan membaca istighfar,maka sungguh Allah SWT akan datang memberikan rahmat untuk kalian,maka dari itu manusia butuh terhadap rahmat Allah SWT keberkahannya dalam kehidupan itu sebenarnya lebih butuh dari pada tarikan nafas dirinya sendiri,dia lebih butuh Rahmat allah dari pada jasad terhadap rahmat itu tidak terbatas karena bilangannya tidak terbatas, maka kita juga memperbanyak istighfar tanpa batas logikanya seperti itu.
Semakin banyak istighfar berarti kita akan mengundang rahmat Allah SWT turun jadi istighfar itu kebiasaan ,kebutuhan ,nutrisi bagi hidup kita,yaitu zaman sekalinya dirahmati oleh Allah SWT bahkan dalam segala keadaan.
- Fadhilah dan tujuan beristighfar
Kalimat istighfar diucapkan dengan penuh keikhlasan unutk memohon ampun dan bertaubat kepada Allah SWT,Rasulullah SAW menganjurkan untuk membaca istighfar setiap saat,agar selalu didekatkan kepada Allah SWT. Apabila mengucapkan istighfar dengan hati yang ikhlas,walaupun hanya satu kali.Maka Allah SWT akan mengampuni pembacanya.Rasulullah SAW menjelaskan fadhilah membaca istighfar,diantaranya:
- Mendapatkan pengampunan dari Allah SWT dan rezeky yang tak terduga
- Menenangkan diri ketika marah
- Mendapatkan jalan keluar dari kesusahan dan kesempitan
- Istighfar merupakan obat kekeringan,kemandhulan dan dan kemiskinan
- Allah SWT menghamparkan tangan-Nya siang dan malam bagi orang yang beristighfar.
- Istighfar anak akan mengangkat kedudukan orang tua.
- Istighfar akan menghapuskan kenistaan-kenistaan lisan dan menyelamatkan dari sifat riya.
- Istighfar akan membantu dalam menghafalkan al-Qur’an
Manusia beristighfar pasti memiliki tujuan, diantaranya:
- Istighfar merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Hamba yang taat adalah hamba yang selalu mohon ampun kepada Allah SWT. Banyak perintah Allah SWT dalam al-Qur’an yang menyuruh hamba-Nya untuk beristighfar.
- Istighfar merupakan sebab untuk diampuninya dosa. Sebab turunnya hujan, mendapatkan harta dan anak serta masuknya manusia ke dalam surga.
- Kekuatan menjadi bertambah dengan istighfar .
- Terhindar dari azab Allah SWT,Allah tidak akan mengazab orang yang selalu beristighfar.
E.Syarat – syarat dan macam macam istighfar
- Syarat -syarat istighfar
Istighfar yang diterima oleh Allah SWT harus memenuhi syarat-syaratnya. Menurut Yûsuf al-Qardawi syarat-syarat istighfar, antara lain:
– Niat yang benar dan ikhlas semata ditujukan kepada Allah SWT. Karena Allah SWT tidak menerima amal perbuatan manusia kecuali jika amal itu dilakukan dengan ikhlas semata untuk-Nya. Allah SWT berfirman:
وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah SWT dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus,dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat: dan yang demikian itulah agama yang lurus.”(QS. Al-Bayyinah ayat 5).
Dan sabda Rasulullah SAW,
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
Artinya: “Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niat, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang ia niatkan.” (HR.Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)
– Hati dan lidah secara bersamaan melakukan istighfar. Sehingga tidak hanya lidahnya yang berkata: aku beristighfar kepada Allah SWT, sementara hatinya ingin terus melakukan maksiat. Ibnu Abbas ra berkata, “orang yang beristighfar kepada Allah SWT dari suatu dosa sementara ia masih terus menjalankan dosa itu maka ia seperti orang yang sedang mengejek Rabbnya!”. Seorang sufi besar Rabi’ah al-‘Adawiyah ra berkata, “istighfar kita butuh kepada istighfar lagi! Jika istighfar kita hanya dengan lidah saja, tidak disertai dengan hati”. Maksudnya istighfar yang dilakukan dengan kelalaian hati, butuh kepada istighfar lagi dari kelalaian itu sendiri.
- Macam -macam istighfar
Berikut ini macam-macam istighfar dari lafaz, diantaranya,”
– Lafaz paling utamanya adalah yang dikenal dengan Sayyidul Istighfar (penghulu istighfar), yaitu mengucapkan:
اللهم أنت ربي لا إله إلا أنت خلقني وأنا عَبْدُكَ وَأَنا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنِي فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
Artinya: “Ya Allah! Engkaulah Rabbku, tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain-Mu. Engkaulah Yang menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu, aku berada diatas ikatan dan janji-Mu selama aku mampu, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku buat, aku mengakui kepada-Mu atas nikmat-Mu kepadaku, dan aku juga mengakui kepada-Mu dosa-dosaku; maka ampunilah aku karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau” (HR. Bukhari no. 6306).
– Lafadz :
اللهم إني ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلا يَغْفِرُ الذُّنوب إلا أنتَ ، فَاغْفِرْ لى مَغْفِرَةً مِنْ عِندِكَ ، وارحمني إنك أنت الغفورُ الرَّحِيم
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka itu ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
– Lafadz
اسْتَغْفِرُ الله الذي لا إله إلا هو الحي القيوم وأتُوبُ إلَيْهِ
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah SWT Yang tidak ada Tuhan (Yang berhak disembah) selain DiaYang Maha Hidup Lagi Maha berdiri sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya”
Jika tidak hafal dengan kalimat itu, maka cukuplah dengan.ucapan Astaghfirullahal ‘adzim atau Rabbighfirli. Namun perlu diketahui, sesuai mengerjakan istighfar di atas. Rasulullah SAW berkata.
وَمَنْ قَاهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنَا مَا ، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُفْسِيَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الجنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوقِنٌ بمَا ، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبحَ ،فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الجنَّةِ.
Artinya: “Barangsiapa membaca istighfar di siang hari dengan penuh keyakinan lalu yang bersangkutan meninggal sebelum petang datang, maka ia termasuk ahli surga. Dan barang siapa membacanya di malam hari dengan penuh keyakinan lalu yang bersangkutan meninggal sebelum subuh datang, maka dia termasuk ahli surga” (HR. Bukhari no. 6306 )
F.kesimpulan
Istighfar disini dapat diartikan memohon ampunan atas dasar keimanan dari seseorang atas dosa- dosa yang dilakukannya.meminta ampunan dengan ucapan dan perbuatan harus beriringan karena apabila hanya sekedar ucapan saja tanpa diiringi perbuatan yang baik ,maka hal tersebut pekerjaan pendusta.
Daftar pustaka
Masjid ash-shofia bogor. (2022) “ the power of istighfar” – Ustadz Akhmad Alim,Lc,MA. {video} ‘youtube’ https://www.youtube.com/live/okRlNQPjQKg?si=58GjsVHZnla8l3WJ
